Pemkab Madiun Bekali Pelajar Dengan Nilai Toleransi di Tengah Derasnya Arus Informasi

TROL, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun membekali pelajar SMP hingga SMA/SMK dengan wawasan ketahanan bangsa dan toleransi di tengah derasnya arus informasi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi yang digelar di Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Rabu (30/9).

Kegiatan yang digelar Bakesbangpol bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperkuat nilai persatuan, toleransi, serta karakter dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Seminar diawali dengan doa lintas agama yang melibatkan perwakilan Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha. Suasana tersebut sekaligus menggambarkan pesan utama kegiatan, yakni pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah, camat, Ketua FKUB, tokoh agama, serta guru pendamping.

Dalam sambutannya, Hari Wuryanto mengingatkan pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menyaring setiap informasi yang diterima. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa manfaat besar, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, konten intoleransi, hingga perundungan atau bullying.

“Kemampuan akademis yang tinggi perlu disempurnakan dengan penerapan etika dan norma. Kecerdasan tanpa dibarengi sikap rendah hati berpotensi menimbulkan kesombongan yang menjadi awal kemunduran. Oleh karena itu, penguatan adab dan karakter harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Bupati menilai prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan generasi muda. Kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter, etika, serta kemampuan menghargai orang lain.

Karena itu, ia meminta para pelajar tidak menjadikan pencapaian akademik sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Sebaliknya, prestasi harus menjadi modal untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Selain persoalan karakter, Hari juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia mengajak pelajar menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber pertentangan.

“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan bangsa. Pegang teguh Bhinneka Tunggal Ika, sehingga perbedaan tidak menjadi alasan untuk bermusuhan, tetapi menjadi dasar untuk membangun kerukunan,” pesannya.

Menurutnya, nilai toleransi perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga etika dalam berinteraksi, termasuk di ruang digital, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menjaga persatuan.

Seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis. Para pelajar diharapkan mampu menerapkan nilai ketahanan bangsa, toleransi, etika, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Dengan demikian, generasi muda Kabupaten Madiun diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, beradab, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. (*)

 

*sumber: prokopimkabmadiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *