Akhir 2026, Posyantek Ditargetkan Hadir di Seluruh Kelurahan Kota Blitar

TROL, Kota Blitar – Pemerintah Kota Blitar menargetkan pembentukan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di 21 kelurahan rampung pada akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.

Upaya tersebut diawali dengan sosialisasi kepada aparatur kelurahan dan perwakilan kecamatan se-Kota Blitar di Ruang Sasana Praja, Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (20/10).

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Blitar, Fredy Hermawan, mengatakan sosialisasi ini bertujuan memotivasi aparatur kelurahan agar lebih aktif menggali potensi wilayah dan mengembangkannya melalui penerapan teknologi.

Menurutnya, teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pembangunan wilayah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Blitar dalam mewujudkan Kota Blitar menuju Kota Masa Depan.

“Di kesempatan ini kami lakukan kegiatan sosialisasi Posyantek dengan harapan, kelembagaan Posyantek, lembaga kemasyarakatan dalam pelayanan teknologi tahun ini bisa terbentuk di 21 kelurahan,” tegas Fredy.

Fredy mencontohkan, salah satu potensi penerapan teknologi tepat guna berada di sektor pengelolaan lingkungan. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menggunakan komposter menjadi pupuk. Adapun sampah anorganik berpotensi diolah menjadi barang bernilai ekonomi maupun bahan pembuatan plastik daur ulang.

Ia menilai, pemanfaatan teknologi sesuai karakteristik wilayah dapat membuka peluang inovasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi sumber daya yang tersedia di masyarakat.

Setelah sosialisasi, Pemkot Blitar merencanakan pembentukan tim Posyantek di masing-masing kelurahan pada November hingga Desember 2026. Tim ini akan menjadi wadah untuk menghimpun usulan, saran, kreativitas, dan inovasi masyarakat terkait pemanfaatan teknologi.

Melalui pembentukan kelembagaan tersebut, Pemkot Blitar berharap aparatur kelurahan dan masyarakat dapat berkolaborasi dalam menghasilkan solusi teknologi yang sesuai dengan persoalan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pengembangan teknologi tepat guna diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada penerapan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

 

*sumber: blitarkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *