foto : bupati tulungagung gatut sunu wibowo beserta istri menaiki kereta
TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Upacara Adat Bersih Nagari sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, Selasa (18/11). Peringatan ini merujuk pada penanggalan Prasasti Lawadan yang menetapkan 18 November 1205 sebagai hari lahir Tulungagung.
Kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-820 kabupaten Tulungagung di halaman Kantor Bupati dan diikuti ribuan peserta dari ASN, TNI, Polri, mahasiswa, pelajar hingga pramuka. Prosesi utama adalah penerimaan Pataka Panji Lambang Daerah yang sebelumnya dikirab ke 19 kecamatan.
Dari kantor bupati, Pataka kembali dikirab menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kirab yang dipimpin Bupati Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Ahmad Baharudin, serta Forkopimda itu berlangsung meriah dengan penampilan barisan kasepuhan, seni budaya daerah, drumband tradisional, hingga rombongan buceng lanang–wadon. Kepala OPD dan camat turut serta dengan menaiki becak.
Sampai di Taman Tugu Kartini, kirab disambut pertunjukan kolosal Jaranan Sentherewe dan Reyog Kendhang melibatkan 254 penari dan pengrawit.
Prosesi adat di pendopo meliputi pembacaan sejarah Tulungagung, penyerahan Pataka dari Ketua DPRD Marsono kepada Bupati, serta doa dan pemotongan tumpeng.

Ketua Panitia Hari Jadi, Fuad Saiful Anam, menyebut Upacara Bersih Nagari sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi daerah. Ia menegaskan 80% rangkaian kegiatan difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat, sementara sisanya adalah hiburan dan rekreasi.
Mengusung tema “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju”, peringatan tahun ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah–masyarakat dan melestarikan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo mengajak masyarakat meneladani ketangguhan prajurit Lawadan sebagaimana tercatat dalam Prasasti Lawadan, bahwa keberhasilan menuntut usaha dan pengorbanan, “Jer Basuki Mawa Beya.”
Bupati juga mengumumkan sejumlah capaian daerah dalam setahun terakhir, meliputi: Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes, Kabupaten Layak Anak Kategori Utama, Opini WTP, penghargaan Top Pembina BUMD, Baznas Jatim Award, serta penghargaan pengembangan geopark dari Gubernur Jawa Timur.
Bupati menegaskan masih banyak tantangan yang harus dihadapi dan mengajak masyarakat terus bersatu agar Tulungagung semakin maju, berbudaya, dan sejahtera. (jk)
#prokopimtulungagung











