foto: mendes pdt ri yandri susanto berangkatkan ekspor perdana gula aren organik produksi desa sejahtera astra (dsa) temon agro lestari
TROL, Pacitan – Gula aren organik produksi Desa Sejahtera Astra (DSA) Temon Agro Lestari, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, resmi menembus pasar internasional. Ekspor perdana komoditas tersebut dilepas langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, Kamis (12/2).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal Tabrani, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, HESRD Astra Diah Suran Febrianti, jajaran Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya.
Ekspor perdana gula aren organik itu dikirim ke tiga negara tujuan, yakni Malaysia, Belanda, dan Australia, dengan volume pengiriman mencapai 6 ton per bulan.
Menteri Yandri Susanto mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang dinilai menjadi kunci keberhasilan produk desa menembus pasar global. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor swasta seperti Astra harus terus diperkuat untuk mendukung program desa ekspor yang dicanangkan Kementerian Desa.
“Ini kerja luar biasa, kolaborasi dari teman-teman lembaga termasuk Astra. Kolaborasi ini akan kami terus majukan dan giatkan untuk menyukseskan program desa ekspor,” tuturnya.
Ia menekankan, keberhasilan ekspor harus diikuti dengan komitmen menjaga kepercayaan pasar internasional. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan produsen, yakni menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi.
“Kalau kepercayaan pasar dicederai, itu akan sangat merugikan karena mencoreng nama baik,” tegasnya.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ekspor gula aren organik menjadi bukti bahwa produk lokal Pacitan memiliki daya saing di pasar global apabila dikelola dengan baik dan didukung kolaborasi lintas sektor.
“Kita tidak bisa kerja sendiri, kita juga tidak bisa memajukan sendiri. Kita harus berkolaborasi,” katanya.
Selain gula aren, Bupati menilai sejumlah komoditas lain di Pacitan berpotensi dikembangkan untuk pasar yang lebih luas, di antaranya kelapa, kopi, dan kakao.
Keberhasilan DSA Temon Agro Lestari ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan ekonomi desa di Pacitan, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan desa dalam rantai perdagangan internasional. (*)
#pacitan
#prokopimpacitan
#pemkabpacitan











