foto : lokasi penemuan mayat ibu dan anak/enggran eko budianto/detikJatim
TROL,Jombang – Penyebab kematian ibu dan putrinya, SY (36) dan NCQ (5) yang mayatnya ditemukan di kolam bekas asrama polisi (Aspol) di desa Rejoagung, Ploso, Jombang, terungkap. Penyebab kematian keduanya karena mati lemas.
Dilansir detikjatim, Kamis (26/2), Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan hasil autopsi mengungkap waktu kematian SY dan NCQ antara 48 sampai 100 jam, atau sekitar 2 hingga 5 hari sebelum jenazah ditemukan. Selain itu, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan tumpul maupun tajam pada jasad kedua korban.
“Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas karena menghirup asap dan adanya luka bakar di area kulit. Mereka meninggal di TKP (bekas asrama polisi) karena mati lemas. Terbakarnya dalam kondisi masih hidup,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Jombang, jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (26/2)
Tidak hanya itu, lanjut Dimas, ada luka melepuh pada pipi NCQ. Sedangkan tenggorokan dan organ dalam SY mengalami kerusakan. Menurut dokter forensik, semua itu akibat zat kimia basa kuat.
“Menurut dokter forensik karena interaksi dengan zat kimia basa kuat,” terangnya.
Diketahui, kedua mayat ibu dan anak ini ditemukan warga pada Rabu (25/2) siang. Kedua jasad ini diduga kuat bekas dibakar. Kondisinya juga ditemukan dalam keadaan tanpa busana.
Diberitakan sebelumnya kematian SY (36) dan NCQ (5), seorang ibu dan anak asal Nganjuk, di kolam bekas asrama polisi (Aspol) Jombang masih menjadi teka-teki. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah keduanya menjadi korban pembunuhan atau bunuh diri.
Di balik penemuan jasad tanpa busana dengan bekas terbakar itu, penyidik Satreskrim Polres Jombang terus mengurai sederet fakta janggal. Berikut beberapa kejanggalan yang ditemukan:
1. Barang Bukti Cairan Kimia Basa Kuat
Selain sisa pembakaran, polisi menemukan botol cairan pembersih porselen warna hijau yang masih berisi sekitar 80 persen. Temuan ini selaras dengan kondisi medis korban yang menunjukkan kerusakan organ dalam yang tidak wajar.
AKP Dimas Robin Alexander, Kasat Reskrim Polres Jombang, mengungkapkan adanya luka melepuh pada pipi NCQ dan kerusakan parah pada area tenggorokan SY.
“Menurut dokter forensik karena interaksi dengan zat kimia basa kuat. (Akibat pembersih porselen?) Harus uji laboratorium untuk memastikan akibat itu,” kata Dimas, Kamis (26/2).
2. Terbakar Dalam Kondisi Masih Hidup
Hasil autopsi menunjukkan kedua korban masih bernyawa saat api melalap tubuh mereka. Tim forensik memastikan bahwa penyebab kematian bukan karena penganiayaan fisik sebelumnya, melainkan karena asap yang masuk ke paru-paru.
“Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas karena menghirup asap dan adanya luka bakar di area kulit. Mereka meninggal di TKP karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup,” terangnya.
Selain cairan pembersih, polisi juga menemukan satu botol Pertalite dan sebuah korek api di TKP.
3. Posisi Jasad dan Kunci Motor Yang Tersembunyi
Warga menemukan jasad ibu dan anak ini pada Rabu (25/2) siang di dalam kolam bekas bangunan Aspol dalam posisi menyamping dengan kedua lutut tertekuk.
Kejanggalan lainnya adalah lokasi penemuan kunci motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO milik korban. Kunci tersebut ditemukan di bawah jasad korban yang sudah hangus, padahal motornya terparkir di pintu masuk bekas Aspol.
4. Pergi Tanpa Pamit
SY meninggalkan rumahnya di Gondang, Nganjuk, pada Selasa (24/2) subuh tanpa pamit kepada keluarganya. Ia pergi saat suaminya, NY (38), masih tertidur lelap, dan membawa putri bungsunya dengan sepeda motor tanpa helm.
Ibu mertua korban, Suwarti (58), mengatakan bahwa menantunya itu dikenal sebagai sosok yang tertutup.
“Dia memang pendiam. Jadi saya juga tidak tahu, apakah sebelumnya ada masalah atau tidak,” ungkap Suwarti.
5. Sidik Jari Yang Rusak Total
Identifikasi jenazah secara ilmiah terhambat karena kondisi jasad yang terbakar hebat. Sidik jari kedua korban rusak dan tidak bisa dideteksi menggunakan alat Mambis. Polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan identitas mereka.
“Nanti akan kami tes DNA untuk mengetahui identitas jenazah. Sampel dari suami untuk anak, kalau untuk istrinya pakai sampel dari ayah kandung istrinya,” jelas AKP Dimas.
Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan informasi melalui rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap kasus kematian ibu dan anak ini.(narsih)*
* detikjatim











