Hadapi Tantangan Era Digital, Kesbangpol Tulungagung Gelar Penguatan Karakter Kebangsaan Bagi Generasi Muda

foto: kepala bakesbangpol tulungagung agus prijanto utomo saat memberikan sambutan

TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Membangun Generasi Muda Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan Tahun 2026, Kamis (12/3) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Bhineka (UBHI) PGRI Tulungagung ini diikuti oleh para tokoh pemuda serta peserta sosialisasi dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bakesbangpol Tulungagung Agus Prijanto Utomo, S.E., Danramil 0807/03 Kedungwaru Tulungagung Kpt Inf Edi Mulyono, serta akademisi dari Universitas Bhineka PGRI Tulungagung Andreas Andrie Djatmiko, S.H., M.Hum. Turut hadir pula Sekretaris dan para Kepala Bidang di Kesbangpol Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Agus Prijanto Utomo menyampaikan bahwa perkembangan zaman yang semakin pesat membawa tantangan baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bagi generasi muda.

Menurutnya, arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta masifnya penggunaan media sosial di satu sisi memberikan manfaat besar, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga radikalisme di ruang digital.

“Kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda menjadi sangat penting,” ucapnya.

foto bersama peserta kegiatan sosialisasi kebangsaan

Ia menambahkan, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kuat, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta tanah air, serta mampu menjaga keberagaman di tengah masyarakat.

Agus juga menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, selain memiliki kecerdasan intelektual, generasi muda juga perlu dibekali karakter, integritas, serta wawasan kebangsaan yang kuat.

“Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan agar generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut generasi muda di Kabupaten Tulungagung semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi muda Tulungagung yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *