Bupati Madiun Buka Konkurs Perkutut “Cinta Satwa Bupati Cup” 2026 di Caruban

TROL, Madiun – Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, resmi membuka Konkurs Seni Alam Burung Perkutut “Cinta Satwa Bupati Cup” 2026 di Alun-alun Reksogati Caruban, Sabtu (11/4). Kegiatan ini diikuti ratusan pecinta burung perkutut dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Umum Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat dan Forkopimcam Mejayan.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, konkurs perkutut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta melestarikan budaya lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan Caruban sebagai destinasi utama bagi para pecinta dan pelestari burung perkutut. Ini bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap budaya dan kelestarian satwa,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan berskala nasional tersebut. Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia juga mengingatkan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan sportif sehingga menghasilkan burung-burung perkutut berkualitas.

“Ke depan, kami siap kembali menjadi tuan rumah dan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Madiun,” tambahnya.

Pembukaan konkurs ditandai dengan pelepasan burung oleh Bupati Madiun sebagai simbol dimulainya perlombaan.

Sementara itu, Ketua Umum P3SI, Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Madiun atas dukungan dan kesediaannya menjadi tuan rumah pembukaan kalender nasional konkurs perkutut 2026.

Menurutnya, penunjukan Kabupaten Madiun sebagai lokasi pembukaan merupakan langkah strategis untuk memperluas pelestarian budaya perkutut, khususnya di Jawa Timur.

“Peserta yang hadir tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jawa Barat. Mereka akan dinilai oleh juri profesional dalam berbagai kategori lomba,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat silaturahmi antar penggemar perkutut atau kung mania, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis hobi dan pariwisata di daerah. (*)

#prokopimkabmadiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *