TROL, Kota Blitar – Pemerintah Kota Blitar terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui Gerakan Masyarakat Sehat dengan Vaksinasi dan Imunisasi bertema Akselerasi Catch Up Campaign (CUC) Campak. Sosialisasi program ini digelar di halaman Dinas Kesehatan Kota Blitar, Selasa (28/4).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari imunisasi, di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sulvy Dwi Anggraini, mengatakan pelaksanaan CUC Campak merupakan upaya antisipasi terhadap lonjakan kasus.
“Di Jawa Timur terdapat tiga wilayah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni Sumenep, Tulungagung, dan Jember. Di daerah tersebut dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), sementara 38 kabupaten/kota lainnya, termasuk Kota Blitar, melaksanakan imunisasi kejar serentak sesuai edaran Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menjelaskan program CUC Campak di Kota Blitar berlangsung pada 23 April hingga 2 Mei 2026.
Ia menyebutkan, hingga saat ini masih terdapat 138 anak yang perlu melengkapi imunisasi campak dan rubella. Adapun capaian imunisasi telah menjangkau sekitar 628 anak.
“Target kami minimal 95 persen anak usia 9–59 bulan di puskesmas, KB, dan PAUD sudah tervaksin,” kata Dissie.
Selain imunisasi campak dan rubella, Dinas Kesehatan juga memberikan imunisasi lain yang belum lengkap guna memastikan perlindungan kesehatan anak secara menyeluruh.
Ketua TP PKK Kota Blitar, Khariza Rizqi Umami, menegaskan masih ada waktu untuk mengejar target hingga 100 persen. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat aktif melakukan edukasi dan pendataan anak.
“Ini saatnya kita menyisir anak-anak yang belum lengkap imunisasinya. Saya meminta seluruh jajaran hingga tingkat terkecil memastikan tidak ada anak yang terlewat dari jadwal imunisasi,” tegasnya.
Pemkot Blitar optimistis, melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, program ini dapat berjalan maksimal dalam mewujudkan generasi yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (*)
#blitarkota.go.id











