TROL, Lhoksukon – Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam dunia pendidikan saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional ke-67 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Senin, (4/5).
Dalam amanat yang membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, ia menyoroti konsep “Tiga M” sebagai fondasi utama.
“Mindset maju, mental kuat, dan misi lurus harus menjadi dasar. Tanpa itu, peningkatan mutu hanya akan bersifat seremonial,” kata Tarmizi.
Upacara dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jamaluddin, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta kalangan guru dan pelajar.
Pemerintah, ujar dia, memprioritaskan kesejahteraan guru. Tahun ini, 150 ribu tenaga pendidik ditargetkan menerima beasiswa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau. Bantuan Rp 3 juta per semester juga disiapkan bagi guru yang belum sarjana, sementara tunjangan sertifikasi kini disalurkan tiap bulan.
Dalam 18 bulan terakhir, pemerintah merevitalisasi 16.167 sekolah. Sebanyak 288 ribu lebih satuan pendidikan telah mendapat papan interaktif digital untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto, sekolah didorong menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman melalui budaya ASRI. Program lain yang dijalankan mencakup penguatan karakter, pencegahan perundungan, penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penyediaan makan bergizi gratis, serta pelatihan coding dan kecerdasan artifisial bagi guru.
Akses pendidikan juga diperluas lewat sekolah satu atap dan pembelajaran jarak jauh, terutama bagi wilayah terpencil. Layanan bagi anak berkebutuhan khusus diperkuat melalui sekolah inklusi dan sekolah luar biasa.
Di akhir sambutan, Tarmizi mengajak keluarga, masyarakat, dan media berperan aktif mendorong pemerataan layanan pendidikan. “Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya. (Rizal)











