Hadiri Sedekah Bumi di Kesongo, Wabup Bojonegoro Siapkan Demplot Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Padi

TROL, Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri kegiatan Sedekah Bumi dalam rangka panen raya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Sabtu (30/5). Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengapresiasi masyarakat Desa Kesongo yang terus menjaga tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian dari kearifan lokal. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi sarana ungkapan syukur kepada Allah SWT, tetapi juga berperan penting dalam menjaga identitas budaya daerah.

“Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Tradisi ini juga menjadi warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama,” ucapnya.

Wabup menilai capaian sektor pertanian di Desa Kesongo patut diapresiasi. Pasalnya, desa tersebut mampu melaksanakan panen padi sebanyak dua kali dan panen jagung dua kali dalam setahun.

Pada kesempatan itu, Nurul Azizah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan pupuk, ketersediaan air irigasi, serangan hama wereng hingga fluktuasi harga hasil panen, menjadi perhatian pemerintah daerah.

Terkait serangan hama wereng, ia menjelaskan bahwa kelompok tani dapat mengajukan proposal kebutuhan insektisida melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro untuk mendapatkan dukungan penanganan.

Selain itu, DKPP Bojonegoro juga telah melakukan uji coba benih unggul Gamagora 7 yang menunjukkan hasil produksi cukup menjanjikan. Pemkab Bojonegoro saat ini tengah mengupayakan agar benih tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh petani guna meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Nanti sekitar bulan Oktober, DKPP berencana membuat demplot pertanian di Desa Kesongo. Demplot tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas padi,” kata Nurul Azizah.

Ia menambahkan, keberadaan demplot diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi petani serta mendukung kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Desa Kesongo Kusnadi mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat sebagai bentuk syukur atas limpahan hasil bumi yang diperoleh selama satu musim tanam. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

“Ini sekaligus bukti rasa syukur kita atas limpahan nikmat hasil bumi yang baik dan maksimal yang telah diberikan kepada kita semua,” ujarnya.

Kegiatan Sedekah Bumi berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat. Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang terus terjaga di tengah masyarakat Desa Kesongo. (adi)

#bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *