TROL, Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, menghadiri sekaligus memberikan pengarahan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Lembaga Desa untuk Mewujudkan Madiun Bersahaja yang digelar Badan Kerjasama Antar Desa Kecamatan Dagangan di Grand HAP Kintamani Sarangan, Sabtu (30/5).
Kegiatan tersebut diikuti 17 kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa, dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Dagangan. Hadir pula Camat Dagangan, Joko Susilo.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Madiun menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Peran Pemerintah Desa dalam Memfasilitasi Lembaga Kemasyarakatan Desa”. Ia menekankan pentingnya sinergi antar unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang meliputi BPD, PKK, LPMD, RT/RW, Karang Taruna, hingga Posyandu ILP.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga kolaborasi antarlembaga serta tata kelola administrasi yang akuntabel.
“Semua elemen LKD harus ada sinergi agar bisa menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan yang bagus untuk kesejahteraan masyarakat. Yang tak kalah terpentingnya adalah juga membuat pertanggungjawaban yang baik,” ucap Wabup Purnomo Hadi.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa seluruh program pembangunan harus berjalan selaras mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Karena itu, ia meminta pemerintah desa memahami arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi Madiun Bersahaja beserta enam misi pendukungnya.
Menurut Bupati Hari Wuryanto, keselarasan program menjadi kunci agar pembangunan desa dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. Melalui kegiatan bimtek, aparatur desa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita selalu hidup guyub rukun. Tolong jaga dan hidupkan kembali budaya gotong royong, dan kita juga harus terus belajar IT karena saat ini era digitalisasi,” kata Bupati Hari Wuryanto.
Selain membahas tata kelola pemerintahan desa, Bupati juga mengingatkan pentingnya dukungan pemerintah desa terhadap program prioritas nasional, termasuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini berbagai penyakit, seperti hipertensi dan tuberkulosis (TBC).
“Tujuannya agar penyakit seperti hipertensi dan TBC bisa dideteksi sejak dini. Karena target pemerintah di tahun 2030 Indonesia sudah zero TBC,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap aparatur dan lembaga desa semakin memahami peran strategisnya dalam mendukung pembangunan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat pelayanan publik demi terwujudnya masyarakat Madiun yang sejahtera dan berdaya saing sesuai semangat Madiun Bersahaja. (*)
#prokopimkabmadiun











