TROL, Tulungagung – Hamparan sawah di dusun Kalianyar desa Ngunggahan, kecamatan Bandung – Tulungagung, menjadi pusat pelaksanaan tradisi Labuh dan Panen Raya, Sabtu (1/8). Tradisi yang digelar setiap musim panen itu menjadi ungkapan rasa syukur para petani atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa agar musim tanam berikutnya membawa keberkahan.
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Ketua Komisi B DPRD Tulungagung Widodo Prasetyo, jajaran Forkopimcam Bandung, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta ratusan petani dan masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Tani Wijoyo Mulyo, Muntholib mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar bentuk pelestarian budaya, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan para petani sekaligus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Ia menjelaskan, luas lahan pertanian yang memasuki masa panen di Desa Ngunggahan mencapai sekitar 320 hektare. Sementara Kelompok Tani Wijoyo Mulyo mengelola sekitar 160 hektare lahan yang seluruhnya telah siap dipanen.
Menurut Muntholib, desa Ngunggahan merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Kecamatan Bandung sekaligus menjadi lumbung pangan di Kabupaten Tulungagung. Produktivitas panen tahun ini dinilai cukup baik sehingga mampu mendukung program swasembada pangan.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petani serta pembinaan dan pendampingan yang selama ini diberikan Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian lapangan,” ucapnya.
Di balik capaian tersebut, petani masih menghadapi persoalan infrastruktur. Kondisi saluran irigasi dan jalan usaha tani menuju area persawahan dinilai sudah tidak memadai sehingga menghambat aktivitas budidaya maupun distribusi hasil panen.
Muntholib berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera merealisasikan perbaikan infrastruktur pertanian tersebut. Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Ngunggahan, Maryono. Ia menilai perbaikan jalan usaha tani dan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Kami berharap kehadiran Plt Bupati, Ketua Komisi B DPRD, dan Kepala Dinas Pertanian dapat membawa solusi nyata bagi pembangunan infrastruktur pertanian di desa Ngunggahan,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi B DPRD Tulungagung Widodo Prasetyo memastikan pihaknya akan mengawal usulan masyarakat. DPRD, kata dia, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Dinas Pertanian agar kebutuhan petani dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi semangat para petani Desa Ngunggahan yang terus berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras para petani, Tulungagung mampu mewujudkan swasembada pangan,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, serta bantuan kepada petani.
Ahmad Baharudin juga menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti usulan pembangunan jalan usaha tani. Menurutnya, proses pembangunan harus diawali dengan penyusunan perencanaan agar sesuai dengan mekanisme dan ketentuan pengelolaan anggaran.
“Silakan pemerintah desa segera mengusulkan pembangunan jalan usaha tani. Jika memungkinkan akan diupayakan tahun ini, namun apabila belum dapat direalisasikan akan dimasukkan dalam perencanaan tahun depan sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya.
Ia berharap tradisi Labuh dan Panen Raya tetap dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguat semangat petani dalam meningkatkan produksi pertanian.
“Dengan banyak bersyukur, semoga Allah SWT memberikan hasil panen yang semakin baik dan melimpah,” pungkasnya. (jk)











