TROL, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berziarah ke makam Pangeran Aryo Dalem di Kelurahan Kadipaten, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10). Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349.
Mengenakan busana bernuansa putih, rombongan disambut juru kunci makam setibanya di lokasi. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Bojonegoro.
Setelah prosesi ziarah, rombongan menyerahkan bingkisan kepada juru kunci makam dan imam tahlil. Acara kemudian ditutup dengan makan tumpeng bersama dalam suasana sederhana dan penuh keakraban.
Di balik kegiatan ziarah tersebut, makam Pangeran Aryo Dalem juga menyimpan tradisi budaya yang masih dipertahankan masyarakat setempat. Juru kunci makam, Sutiyono, yang merupakan keturunan keempat dari penjaga makam, menjelaskan bahwa salah satu tradisi yang terus dilestarikan adalah mayu cungkup, yakni kegiatan memperbaiki dan merawat cungkup makam Buyut Dalem.
Menurut Sutiyono, tradisi mayu cungkup dilaksanakan setiap tahun pada bulan Dzulhijah, tepatnya Rabu Pahing. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tradisi manganan atau sedekah bumi pada Rabu Wage.
“Dari pagi sudah mulai dipasang dari bawah. Penggantian cungkup ini menggunakan bahan alang-alang dari Ngasem. Kemudian, bagian wuwung harus diganti tepat pukul 12.00 WIB dan diiringi gending Kodok Ngorek, yang merupakan kesukaan Mbah Buyut Dalem,” kata Sutiyono.
Ia menjelaskan, penggunaan alang-alang serta pengiringan gending Kodok Ngorek menjadi bagian dari tata cara tradisi yang dipertahankan secara turun-temurun. Tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan perawatan bangunan makam, tetapi juga menjadi sarana masyarakat menjaga warisan budaya leluhur.
Pada 2026, tradisi mayu cungkup berhasil meraih juara pertama dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan atas upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
Ziarah makam leluhur dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349 ini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan masyarakat dengan sejarah daerahnya. Selain mengenang para pendahulu, pelestarian tradisi seperti mayu cungkup dan manganan turut memperkuat keberadaan warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Bojonegoro. (adi)
*sumber: bojonegorokab.go.id











