Ratusan “Hantu” Berlarian di Jalanan Pacitan, Meriahkan Festival Film Horor 2026

TROL, Pacitan – Pemandangan tak biasa mewarnai jalanan Kabupaten Pacitan saat malam hari. Sebanyak 120 pelari berkostum hantu, mulai dari pocong hingga sosok menyeramkan lainnya, berlarian menyusuri jalanan kota dalam ajang Malam PenyamaRun “Siro Lelakone Sopo”, bagian dari rangkaian Festival Film Horor (FFH) 2026.

Alih-alih menghadirkan suasana mencekam, penampilan para peserta justru mengundang perhatian dan gelak tawa masyarakat. Balutan kostum horor yang dikenakan para pelari menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan lari sejauh 5 kilometer tersebut.

Ajang Malam PenyamaRun “Siro Lelakone Sopo” secara resmi diberangkatkan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dari Alun-alun Pacitan, Jumat (16/10). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Festival Film Horor 2026, Idam Nugrahadi, serta sutradara sekaligus aktor Dennis Adhiswara.

Sesuai konsep acara, seluruh peserta diwajibkan mengenakan kostum bertema horor. Konsep ini menghadirkan perpaduan olahraga dan hiburan yang dikemas secara unik untuk memeriahkan festival film horor di Pacitan.

Para peserta memulai perjalanan dari Alun-alun Pacitan, kemudian menuju kawasan Bapangan, Perlimaan Cuwik, Jalan Gatot Subroto di kawasan Penceng, hingga Jalan Ahmad Yani. Mereka selanjutnya kembali ke Alun-alun Pacitan sebagai titik finis.

Malam PenyamaRun menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian Festival Film Horor 2026 yang menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan nuansa horor kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, karakter-karakter yang identik dengan cerita menyeramkan justru dihadirkan dalam suasana santai dan menghibur.

Kehadiran para pelari berkostum hantu di jalanan Pacitan pun menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memberikan warna berbeda bagi kemeriahan festival tersebut. (can)

*sumber: prokopimpacitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *