Hukrim  

Ditetapkan Tersangka,Mantan Kades di Mojokerto Terancam Penjara

foto : Tim Kejari Kab Mojokerto Menggelandang Trisno Hariyanto (37) Rabu (19/10).

TROL, Mojokerto – Mantan kepala desa Sumbersono kecamatan Dlanggu Trimo Hariyanto alias TH (37) ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.

Kecamatan Dlanggu, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Bumdes pasar desa wisata.

TH terjerat kasus korupsi pembangunan pasar desa wisata untuk gedung pusat oleh-oleh.

Lantaran dibangun di atas lahan kas desa berstatus lahan hijau.

Kajari setempat, Gaos Wicaksono mengatakan, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pembangunan Bumdes di atas tanah kas desa dusun Pekingan, desa Sumbersono pada tahun 2018-2019. Akibat perbuatan tersangka kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami tetapkan tersangka TH dengan kerugian keuangan negara sebesar 797.774.000,” jelasnya dalam konferensi pers di Kejari Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/10).

Gaos mengungkapkan, kasus dugaan korupsi ini mencuat dari temuan Inspektorat terkait keganjilan pembangunan Bumdes pasar desa wisata di desa Sumbersono.

Diketahui dari hasil audit Inspektorat itulah, ditemukan anggaran yang menggunakan Dana Desa (DD) menyalahi aturan dan pembangunannya di atas tanah kas desa yang statusnya lahan hijau.

Perbuatan tersangka dalam pembangunan pasar desa wisata di atas tanah kas desa 2018-2019, tidak sesuai dengan mata anggaran APBDes dan tidak ditemukan data pertanggungjawaban (SPJ).

“Sehingga sudah sepatutnya TH ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Gaos.

Kasi Pidsus , Rizki Raditya Eka Putra menjelaskan, modus tersangka yakni memasukkan anggaran sekitar 400 juta di tahun 2018.

Kemudian oleh tersangka, dana itu kembali dimasukkan sebagai Silpa dan ditambah anggaran 400 juta di tahun 2019, sehingga totalnya menjadi 800 juta.

“Anggaran itu diperuntukkan untuk pemeliharaan Bumdes, bukan pembangunan Bumdes dan juga tanah kas desa itu merupakan lahan hijau,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Rizki, pengubahan status tanah kas desa lahan hijau menjadi lahan kuning seharusnya atas persetujuan dari bupati Mojokerto.

Namun, oleh tersangka tidak dilalui mekanisme tersebut dan langsung melakukan pembangunan pasar desa wisata pada 2019.

“Sehingga bangunan yang sudah ada di atasnya (Lahan Hijau) menyalahi aturan,” terangnya.

Tersangka TH dijerat Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi ancaman hukuman di atas lima tahun.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Kades Sumbersono periode 2013-2019 itu ditahan di Lapas Klas-IIB Mojokerto.(s supriyanto*)

*sumber: surya.co.id ,edisi Rabu, 19 Oktober 2022 ,judul “Mantan Kades Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Desa Wisata di Dlanggu Mojokerto. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *