TROL, Tulungagung – Pemerintah pada tahun 2022 ini telah menerbitkan peraturan terkait pemanfaatan sebesar 20 persen dari dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022. Menindaklanjuti hal tersebut pemerintah desa Jatidowo kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung memberikan hibah kambing kepada masyarakat guna pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.
Acara penyerahan hibah kambing digelar bersamaan dengan bimbingan dan penyuluhan budi daya kambing yang bertempat di balai desa Jatidowo pada Rabu (9/3/2022) jam 9 pagi. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Drs. Anasrudin Kabid Perencanaan dan Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung, Untung Basuki, SE Kasi PMD kecamatan Rejotangan, kepala desa Jatidowo Saipul Munip, S.Ag beserta perangkat, Bhabinkamtibmas desa Jatidowo, Babinsa desa Jatidowo, pendamping desa Jatidowo serta warga penerima hibah kambing sebanyak 25 orang. Sedangkan narasumber untuk penyuluhan budi daya kambing adalah Ir. J. Sony Sugiantoro dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Tulungagung.

Saipul Munip, S.Ag kepala desa Jatidowo saat ditemui mengatakan acara tersebut intinya adalah penyerahan hibah kambing sebanyak 25 ekor kepada masyarakat. “Ini dalam rangka mewujudkan amanat Perpres Nomor 104 Tahun 2021, tentang ketahanan pangan dan hewani sebanyak 20 persen dari dana desa,” jelas Saipul Munip. “Jadi kegiatan penyuluhan hari ini sebagai upaya pemerintah desa Jatidowo supaya masyarakat dapat dan mengerti apa yang dilakukan setelah menerima kambing ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Saipul Munip menjelaskan untuk penerima bantuan hibah kambing ini diluar penerima bantuan sosial yang ada. “Penerima 25 orang ini tidak mendapatkan bantuan sosial lainnya, seperti BLT, BPNT, ataupun PKH,” ungkap kepala desa ramah ini.
Saipul Munip berharap dengan adanya program hibah kambing ini tidak cukup diterima saja, melainkan bisa dikembang biakan sehingga dapat menopang perekonomian di masa pandemi seperti saat ini. “Dari kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian, untuk menanggulangi dampak pandemi covid-19, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (jk)











