TROL, Sumenep – Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar Aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumenep pada Rabu (7/8), sejumlah aksi datang dengan amarah.
Mereka menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas buruknya kinerja Satreskrim Polres Sumenep, di bawah kepemimpinan AKP Agus, S.H., yang kini diduga berubah fungsi menjadi pemalak uang rakyat.
Tak tanggung-tanggung, AMSP menyebut adanya dugaan transaksi suap sebesar 250 juta dari Korkab BSPS Kabupaten Sumenep, yang mengalir ke oknum penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Sumenep.
“Polres ini darurat moral! Penyidik yang digaji negara justru diduga ikut menggarap uang rakyat miskin! Ini pengkhianatan terhadap bangsa dan negara,” tegas Nurahmat, Korlap aksi, dengan nada keras.
Tak berhenti di situ. Massa aksi juga membeberkan dugaan setoran bulanan dari pengusaha rokok ilegal. Disebutkan, seorang oknum kades di kabipaten sumenep berinisial K menyetor 25 juta per bulan, sementara oknum lain berinisial H di Batuputih menyetor 15 juta setiap bulan.
Sebuah dugaan praktik korup yang telah membusuk di tubuh polri khususnya di polres sumenep segera di tuntaskan.
“Apa bedanya polisi dengan preman, kalau kerjaannya hanya memalak dan menutup mata demi setoran?” kata korlap aksi
AMSP dengan tegas menuntut Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, untuk membongkar, menindak, kasat reskrim dan seluruh jajaran Unit Tipikor yang dinilai tidak lagi memiliki integritas.
Mereka juga menyerukan regenerasi total di tubuh Satreskrim, agar Polres Sumenep bisa kembali berdiri di atas kepercayaan publik, bukan di atas tumpukan uang sogokan.
“Kalau dibiarkan, ini bukan sekadar kebobrokan, ini kanker institusi. Harus segera dibedah sebelum membunuh seluruh kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjut Nurahmat.
Aksi ini menjadi alarm bagi institusi kepolisian. Jika suara rakyat terus diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang ketidakpercayaan akan menjalar lebih luas.
AMSP akan terus menyalakan api perlawanan atas dugaan kebusukan yang terstruktur dan sistemik.
(hartono)











