TROL, Tulungagung – Kabupaten Tulungagung kembali memperingati Hari Jadi yang ke-820 tahun pada hari ini. Perayaan tahun ini mengusung tema “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah Untuk Tulungagung Maju” yang mencerminkan semangat masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta mempercepat pembangunan daerah.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung selalu menjadi momen penting bagi masyarakat. Selain menjadi pengingat sejarah panjang terbentuknya daerah ini, perayaan tersebut juga menjadi ajang evaluasi sekaligus dorongan untuk melanjutkan pembangunan di berbagai sektor—mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Asal-Usul Hari Jadi Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung, yang terletak di bagian selatan Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang berakar dari masa Kerajaan Kadiri, salah satu kerajaan besar di Jawa pada abad ke-12 hingga 13. Hari jadi Tulungagung ditetapkan pada 18 November 1205 Masehi, dan tanggal ini tidak sembarangan dipilih. Penetapan tersebut didasarkan pada bukti sejarah yang sangat penting, yaitu Prasasti Lawadan, yang menjadi saksi bisu perjalanan awal wilayah ini.
Prasasti Lawadan: Bukti Keberadaan Awal Tulungagung
Prasasti Lawadan ditemukan di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Prasasti ini dipahat pada masa pemerintahan Raja Kertajaya, raja terakhir Kerajaan Kadiri yang dikenal dengan pemerintahan yang terstruktur dan penuh ketegasan. Dalam prasasti itu tercatat berbagai hal penting, mulai dari ketetapan administratif, peraturan pajak, hingga pengaturan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Hal paling penting, prasasti ini memberikan informasi tanggal dikeluarkannya, yaitu 18 November 1205 M. Karena pada masa itu wilayah Tulungagung sudah memiliki struktur pemerintahan dan sistem administrasi yang jelas, tanggal inilah yang kemudian dijadikan tonggak kelahiran Kabupaten Tulungagung.
Makna Historis Hari Jadi
Penetapan hari jadi bukan sekadar angka di kalender. Tanggal 18 November 1205 menandai saat wilayah Tulungagung mulai tercatat secara resmi dalam catatan kerajaan. Artinya, sejak saat itu, daerah ini bukan lagi sekadar permukiman biasa, melainkan bagian dari jaringan pemerintahan dan peradaban yang lebih luas di bawah Kerajaan Kadiri.
Melalui prasasti, kita bisa melihat bagaimana masyarakat Tulungagung pada waktu itu sudah menjalani kehidupan yang tertata: mereka memiliki aturan tentang kepemilikan tanah, kewajiban pajak, dan peraturan yang berhubungan dengan upacara keagamaan. Semua ini menunjukkan bahwa Tulungagung telah menjadi wilayah yang mandiri dan berperadaban sejak awal abad ke-13.
Penetapan Resmi oleh Pemerintah Daerah
Seiring berjalannya waktu, pemerintah Kabupaten Tulungagung melakukan kajian mendalam bersama para sejarawan dan arkeolog. Setelah mempertimbangkan berbagai bukti, 18 November 1205 resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tulungagung. Hari itu kini diperingati setiap tahun sebagai simbol sejarah panjang, kebudayaan, dan identitas masyarakat Tulungagung.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung selalu menjadi momen penting bagi masyarakat. Selain menjadi pengingat sejarah panjang terbentuknya daerah ini, perayaan tersebut juga menjadi ajang evaluasi sekaligus dorongan untuk melanjutkan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. (jk)
#dari berbagai sumber











