Opini  

Jong Sumekar Berharap Pengelolaan MBG Sumenep Lebih Baik dan Menjadi Contoh Daerah Lain

foto: Jong Sumekar Berharap Pengelolaan MBG Sumenep Lebih Baik dan Menjadi Contoh Daerah Lain

Oleh: Selvia Putri

TROL,– (Direktur Jong Sumekar Bidang SDM) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis yang memiliki tujuan besar, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Di Kabupaten Sumenep, program MBG harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, sistem pengawasan, distribusi, hingga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi syarat utama agar tujuan besar program ini benar-benar tercapai.

MBG juga harus mampu menjawab persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menu yang disajikan harus memenuhi standar gizi, dipantau secara berkala, dan diberikan kepada kelompok yang memang membutuhkan. Ketepatan sasaran menjadi kunci agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Di sisi lain, MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai program sosial, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah harus memastikan bahwa bahan pangan diprioritaskan berasal dari petani lokal, peternak lokal, nelayan lokal, serta melibatkan UMKM dalam rantai pasok. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat di tingkat akar rumput.

Apabila dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir, MBG dapat menciptakan perputaran ekonomi yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Inilah yang akan menjadikan Sumenep sebagai contoh nasional dalam pelaksanaan program yang berpihak kepada rakyat.

Namun, harapan besar tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak menjaga integritas. Program MBG jangan sampai berubah menjadi ladang bisnis bagi segelintir pihak yang hanya mengejar keuntungan. Kepentingan anak-anak, kesehatan masyarakat, dan masa depan bangsa harus tetap menjadi orientasi utama.

Jong Sumekar berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep terus melakukan evaluasi, membuka ruang partisipasi publik, dan memperkuat pengawasan agar Program MBG benar-benar menjadi investasi bagi generasi masa depan, sekaligus menjadi model pengelolaan yang dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia.

“MBG yang berhasil bukan hanya mampu mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan, mengurangi stunting, menggerakkan ekonomi rakyat, dan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *