TROL, Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengikuti paparan rencana pembangunan Pasar Dungus yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, S.T., di ruang gambar Pendopo Mudagraha, Madiun, Sabtu (28/2).
Bupati hadir didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, M.H., Pj. Sekda Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas PUPR menjelaskan rencana pembangunan Pasar Dungus berdasarkan layout kondisi eksisting pascakebakaran. Rekapitulasi kebutuhan awal mencatat rencana pembangunan 36 kios dan 256 los. Namun setelah pembangunan rampung, kapasitas pasar ditingkatkan menjadi 44 kios dan 267 los untuk mengakomodasi lebih banyak pedagang.
Bangunan pasar direncanakan terdiri dari dua lantai. Lantai satu akan dilengkapi fasilitas kios dan los, ruang laktasi, ruang klinik, serta toilet. Sementara fasilitas luar gedung meliputi musholla, toilet tambahan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pada lantai dua juga akan tersedia kios, los, zona foodcourt, serta kantor pengelola.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun memberikan sejumlah masukan. Ia meminta agar jarak bangunan pasar dengan permukiman warga tidak terlalu berdekatan guna mengantisipasi dampak lingkungan. Selain itu, akses keluar-masuk bagi pedagang los juga diminta untuk diperhatikan agar aktivitas jual beli lebih tertata.
“Jumlah toilet untuk pedagang dan pengunjung perlu ditambah agar pasar tetap bersih dan tidak menimbulkan bau,” tegas Bupati.
Ia juga mengusulkan nama baru pasar tersebut menjadi “Pasar Dungus Bersahaja” yang selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Madiun.
Sementara itu, Wakil Bupati menyoroti pentingnya pengelolaan IPAL, khususnya di zona daging. Mengingat lokasi pasar berada di kawasan lahan basah yang rawan menimbulkan bau tidak sedap, pengawasan terhadap sistem pembuangan limbah dan suplai air bersih harus dilakukan secara berkala.
“Kontrol pipa pembuangan dan air bersih harus selalu terjaga agar pedagang dan pengunjung merasa nyaman,” ujarnya.
Pemkab Madiun berharap pembangunan Pasar Dungus dapat segera terealisasi dan menjadi pusat perekonomian rakyat yang lebih representatif, tertata, dan ramah lingkungan. (*)
#prokopimkabmadiun











