TROL, Magetan – Perwakilan peternak ayam petelur rakyat skala kecil di Kabupaten Magetan menggelar audiensi dengan Bupati Magetan di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha, Senin (11/5). Audiensi yang dipimpin Surohman tersebut membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi peternak, terutama anjloknya harga telur di tingkat peternak.
Dalam pertemuan itu, para peternak menyampaikan bahwa harga telur saat ini jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram. Di lapangan, harga telur hanya berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan peternak karena biaya produksi, khususnya harga pakan ternak, masih tinggi dan fluktuatif. Akibatnya, banyak peternak rakyat mengalami tekanan usaha lantaran pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
“Dengan harga saat ini, peternak sangat kesulitan menutup biaya produksi. Sementara harga pakan masih tinggi,” ungkap salah satu perwakilan peternak dalam audiensi tersebut.
Tak hanya persoalan harga, peternak juga mengeluhkan penumpukan stok telur akibat serapan pasar yang belum optimal. Penumpukan tersebut berdampak pada penurunan kualitas telur dan semakin menekan margin keuntungan peternak rakyat.
Melalui audiensi itu, para peternak berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan konkret guna menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur rakyat di Kabupaten Magetan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Magetan menyampaikan bahwa aksi berbagi telur yang dilakukan beberapa hari lalu merupakan bentuk kepedulian sekaligus gambaran kondisi sulit yang tengah dialami peternak.
Menurutnya, pemerintah daerah akan berupaya mencari langkah strategis untuk membantu stabilisasi harga dan menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat di tengah tingginya biaya produksi serta lemahnya harga jual telur di pasaran. (*)
#prokopimkabmagetan











