TROL, Pacitan – Lantunan sholawat menggema dari kompleks asrama santri Al Mannan, Perguruan Islam Pondok Tremas, Senin (16/3) menjelang waktu berbuka puasa. Ratusan santri melafalkan setiap bait demi bait kitab Al Barzanji yang mengalun khidmat, menghiasi suasana senja Ramadan.
Suasana semakin syahdu saat lantunan mahalul qiyam menggema di tengah para jemaah yang hadir. Para santri tampak larut dalam pembacaan sholawat yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan di lingkungan pesantren.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut hadir membersamai para santri. Ia tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa bersama para masyayikh Pondok Tremas, yakni K.H. Lukman Harist Dimyati (Gus Lukman) dan K.H. Muadz Harist Dimyati (Gus Muadz).
Hadir pula Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro Azhar, Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP), staf ahli bupati, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta Forkopimca Kecamatan Arjosari.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah bersama pesantren untuk memberikan dukungan serta memupuk kebersamaan dengan para santri yang menjalani tradisi “naun”.
Tradisi naun merupakan kebiasaan santri yang memilih tetap tinggal di pondok selama satu tahun bahkan lebih tanpa pulang ke rumah, termasuk saat masa libur Ramadan maupun Hari Raya.
Tahun ini, tercatat sebanyak 586 santri menjalani tradisi tersebut. Jumlah itu terdiri dari 329 santri putra dan 257 santri putri yang tetap menimba ilmu agama di pesantren.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan mauidloh hasanah yang disampaikan pengasuh Pondok Tremas, K.H. Lukman Harist Dimyati. Dalam kesempatan itu, Bupati Pacitan juga menyerahkan tali asih berupa sarung kepada para santri sebagai bentuk perhatian dan dukungan bagi mereka yang tetap belajar di pesantren selama Ramadan. (*)
#prokopimpacitan
#pemkabpacitan











