TROL, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bojonegoro tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan harus berbasis data akurat dan memberikan dampak nyata di masyarakat.
Hal itu disampaikan saat membuka Pra-Musrenbang Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2026 di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Kamis (26/3).
“Percepatan penurunan stunting harus berbasis data dan intervensi nyata, bukan sekadar laporan administratif,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Dalam arahannya, Bupati menekankan tiga poin utama. Pertama, seluruh perencanaan dan pelaksanaan program harus bertumpu pada data yang valid. Kedua, kualitas air bersih menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan dalam penanganan stunting.
Ia mencontohkan temuan di wilayah pegunungan, di mana kebutuhan gizi anak relatif tercukupi, namun kualitas air tanah yang dikonsumsi masyarakat masih di bawah standar.
“Stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga lingkungan. Air bersih harus menjadi indikator penting. Saya minta OPD terkait melakukan intervensi nyata terhadap kualitas air minum masyarakat,” tegasnya.
Ketiga, Bupati mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak memanipulasi data capaian. Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam pelaporan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Jangan sampai ada laporan ABS (Asal Bapak Senang). Kalau ditemukan, akan saya tindak tegas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Bojonegoro Helmi Elisabeth menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari mandat nasional melalui aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
“Pra-Musrenbang ini bertujuan menyelaraskan perencanaan agar lebih responsif terhadap isu stunting sebelum dibahas dalam Musrenbang Kabupaten pada 27 Maret 2026,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran perangkat daerah, camat, perwakilan perguruan tinggi, tokoh agama, serta organisasi masyarakat.
Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap lahir program prioritas yang terintegrasi, mencakup sektor kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial guna mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat dan berkualitas. (adi)
#bojonegorokab.go.id











