TROL, Madiun – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wur, mengapresiasi inisiatif Paguyuban Batik Kampung Pesilat Indonesia yang berencana menyusun “Buku Batik Kampung Pesilat” berisi sejarah dan filosofi batik khas daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Erni saat menghadiri kegiatan halal bihalal bersama para pengrajin batik di Batik Wuri, Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kamis (2/4). Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Fitria Purnomo Hadi beserta jajaran pengurus.
Menurut Erni, penyusunan buku tersebut merupakan langkah strategis dalam mendokumentasikan sekaligus memperkuat identitas batik Kabupaten Madiun. Namun, ia mengingatkan agar proses penyusunan tetap berpedoman pada pakem yang berlaku.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya rencana penyusunan buku batik ini. Namun, filosofi dan asal-usul motif harus tetap sesuai pakem agar tetap autentik. Harapannya, batik Kabupaten Madiun bisa terus eksis,” tuturnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dekranasda akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan paguyuban, termasuk upaya pelestarian dan pengembangan batik lokal.
Lebih lanjut, Erni menilai paguyuban batik tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi para pengrajin, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dan penguatan kapasitas anggota.
“Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat kolaborasi antarperajin, sehingga warisan budaya batik tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri batik di Kabupaten Madiun. Para pengrajin juga didorong untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha batik diharapkan mampu menjaga keberlanjutan batik sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Kabupaten Madiun di tingkat nasional. (*)
#prokopimkabmadiun











