TROL, Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana serta prasarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Program SIKAP yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter, pengembangan keterampilan vokasi, dan ketahanan pangan berbasis sekolah.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan dan kesiapan sumber daya manusia menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
“Revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha,” kata Ahmad Baharudin.
Ia menyebut kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, keterampilan, disiplin, serta kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan ketahanan pangan,” ucapnya.
Menurutnya, implementasi Program SIKAP menjadi salah satu inovasi yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan praktik langsung di lingkungan sekolah.

“Melalui Program SIKAP, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik membangun kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan produktif yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tambahnya.
Ahmad Baharudin berharap SMKN 1 Tulungagung dapat berkembang menjadi pusat pengembangan talenta vokasi yang unggul dan inovatif di Jawa Timur.
“Kami ingin SMKN 1 Tulungagung menjadi role model pendidikan vokasi yang mampu mencetak lulusan siap kerja, siap berwirausaha, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyerahkan bantuan kepada siswa pra sejahtera berprestasi serta menandatangani prasasti revitalisasi dan rehabilitasi pembangunan sarana dan prasarana SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Khofifah menilai penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sekolah vokasi harus mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi yang link and match dengan kebutuhan dunia industri. Karena itu, revitalisasi fasilitas pendidikan harus terus dilakukan,” tutur Khofifah.
Sebelum acara peresmian berlangsung, Gubernur Khofifah bersama Plt Bupati Ahmad Baharudin meninjau kegiatan panen tanaman unggulan dan penebaran benih dalam rangka pelaksanaan Program SIKAP di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj Sekda, perwakilan Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas SMA/SMK/SLB wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, perwakilan dunia usaha dan dunia industri, serta tamu undangan lainnya. (jk)











