Medhayoh di Ngraho, Bupati Setyo Wahono Dorong Sinergi Pertanian dan Industri

TROL, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono kembali turun langsung menyapa masyarakat melalui kegiatan Bupati Medhayoh yang digelar di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kamis (11/6). Agenda tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga, sekaligus ajang meninjau potensi unggulan wilayah setempat.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi hingga siang hari.

Rangkaian Medhayoh diawali dengan penanaman padi bersama petani setempat. Bupati kemudian mengunjungi salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), dilanjutkan penanaman pohon, serta peresmian Wisata Perahu Besi Kuno dan Wisata Religi Eyang Sueto Prodjo. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan Surat Keputusan Cagar Budaya kepada Mbah Inggi dan Mbah Towo, serta mengikuti doa bersama di area makam yang menjadi bagian dari sejarah dan kearifan lokal Desa Ngraho.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala BPJS, kepala desa se-Kecamatan Gayam, Ketua Tim Penggerak PKK, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa Medhayoh merupakan agenda yang telah lama ia nantikan karena menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Medhayoh ini merupakan momen yang saya tunggu. Kegiatan ini akan dilaksanakan bergantian di wilayah lain agar saya bisa mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, Kecamatan Gayam memiliki dua kekuatan utama yang perlu terus diperkuat, yakni sektor pertanian dan kawasan industri. Menurutnya, kedua sektor tersebut harus berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati menyebut, produktivitas pertanian di Gayam pada musim kemarau mampu mencapai 12 hingga 14 ton per hektare. Melalui inovasi Gamagora, angka tersebut diharapkan dapat meningkat lebih tinggi lagi.

“Yang perlu kita pikirkan bersama adalah apa saja kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, program CSR bisa dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung sarana penunjang ekonomi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperkuat sektor pertanian, UMKM, serta pembangunan infrastruktur penunjang.

“Pertanian harus tetap berjalan, UMKM harus bergerak maksimal, dan potensi CSR harus dimanfaatkan bersama untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Jalan usaha tani menjadi salah satu prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Gayam Erna Zulaikah mengatakan, pelaksanaan Medhayoh di Desa Ngraho memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala daerah.

Menurutnya, Gayam tidak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil minyak dan gas bumi, tetapi juga memiliki potensi pertanian yang besar. Sekitar 72 persen wilayah Kecamatan Gayam merupakan lahan persawahan yang tersebar di 12 desa.

“Luas sawah irigasi mencapai 1.546 hektare, sedangkan sawah nonirigasi seluas 2.047,36 hektare. Ini menunjukkan pertanian masih menjadi kekuatan utama masyarakat Gayam,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi petani saat ini salah satunya adalah serangan hama tikus. Namun, berbagai langkah pengendalian telah dilakukan, termasuk pemanfaatan burung hantu yang dinilai efektif dan selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui kegiatan Medhayoh, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga potensi pertanian, pariwisata, dan ekonomi lokal di Kecamatan Gayam dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan. (adi)

*bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *