TROL, Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Bersih Desa di Balai Desa Besuki, kecamatan Besuki, Sabtu (20/6) malam.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Besuki tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan warga yang memadati lokasi acara sejak sore hari. Selain menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat, Bersih Desa juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur serta doa bersama untuk keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan warga.
Pada kesempatan itu, pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang asal Tulungagung, Ki Eko Kondo Prisdianto, yang membawakan lakon Wahyu Asmoro Jati. Lakon tersebut dipilih karena mengandung makna tentang anugerah dan petunjuk kehidupan yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Bersih Desa.
Kehadiran Plt Bupati Ahmad Baharudin mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Pemerintah Desa Besuki dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga serta melestarikan tradisi budaya daerah.
“Bersih Desa merupakan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta semangat gotong royong antarmasyarakat. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Desa Besuki yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan meriah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” kata Ahmad Baharudin.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan. Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman,” tuturnya.
Pagelaran wayang kulit berlangsung hingga dini hari dan semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Percil cs yang menyuguhkan humor khas Jawa Timur. Kehadiran para sinden dan pelawak yang mengiringi jalannya pertunjukan juga berhasil menghibur penonton melalui lawakan segar dan tembang-tembang Jawa yang dibawakan sepanjang malam.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara. Warga dari berbagai kalangan terlihat antusias mengikuti pagelaran hingga usai sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Camat Besuki, Kepala Desa Besuki, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.
Tradisi Bersih Desa sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarwarga. (jk)











