TROL, Madiun – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Reksogati, Caruban, Jumat (24/7) malam, untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir pertunjukan.
Pagelaran menghadirkan dalang nasional Ki Cahyo Kuntadi, S.Sn., M.Sn. bersama grup Madhangkara yang membawakan lakon Semar Mbangun Khayangan. Pementasan semakin meriah dengan penampilan penyanyi Niken Salindry dan komedian Cak Komet yang menghibur ribuan penonton.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak. bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, MH. hadir langsung menyaksikan pagelaran tersebut. Turut hadir Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, mantan Bupati dan Wakil Bupati Madiun, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Hadir pula Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., Danrem 081/DSJ Kolonel Arm. Untoro Hariyanto, S.IP., M.IP., serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun.
Dalam kesempatan itu, Bupati Madiun menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan stakeholder yang berkontribusi aktif dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa partisipasi dan kebersamaan masyarakat.
“Pemerintah mboten saget mlampah piyambak tanpa wonten dukungan saking panjenengan sedaya. Mugi-mugi kanthi guyub rukunipun masyarakat Kabupaten Madiun kalian sedoyo aparat pemerintah, Insya Allah Kabupaten Madiun mboten dangu dados kabupaten ingkang bersih, sehat, dan sejahtera,” ucapnya.
Bupati berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun dapat terus menjadi modal sosial untuk mewujudkan daerah yang lebih maju, bersih, sehat, dan sejahtera.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pagelaran wayang kulit juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Madiun dalam melestarikan seni budaya tradisional sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. (*)
*sumber: prokopimkabmadiun











