TROL, Trenggalek – Persiga Trenggalek resmi melaunching skuad U-17 yang akan berlaga di Piala Suratin 2026 Zona Jawa Timur. Sebanyak 28 pemain muda terpilih siap membawa nama Kabupaten Trenggalek dalam kompetisi sepak bola usia muda tersebut.
Launching skuad Persiga U-17 digelar di Stadion Menaksopal, Jumat (7/8), dan dihadiri Wakil Bupati Trenggalek Syah Mochamad Natanegara, Ketua Umum Persiga Trenggalek Ayub Nualah, serta Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi.
Dalam Piala Suratin 2026 Zona Jawa Timur, Persiga U-17 tergabung di Grup N. Skuad Bumi Menaksopal akan bersaing dengan Blitar Poetra U-17, Kediri United U-17, dan PSBR Kota Blitar U-17.
Laga perdana langsung dimainkan di kandang. Persiga U-17 akan menjamu Blitar Poetra U-17 di Stadion Menaksopal pada Rabu (12/8/2026).
Dua pertandingan berikutnya juga bakal berlangsung di stadion kebanggaan masyarakat Trenggalek tersebut. Persiga U-17 menghadapi Kediri United U-17 pada Jumat (14/8/2026), kemudian PSBR Kota Blitar U-17 pada Sabtu (15/8/2026).
Wakil Bupati Trenggalek Syah Mochamad Natanegara menyebut launching Persiga U-17 sebagai sebuah terobosan dalam membangun pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Trenggalek.
Ia berharap keberadaan tim usia muda tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap kompetisi, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan sepak bola yang diperhitungkan.
“Saya berharap semoga ini nanti bisa menjadi klub papan atas, menghasilkan talenta-talenta terbaik yang mengharumkan nama Kabupaten Trenggalek,” kata Syah.
Tak hanya soal prestasi di lapangan, Syah juga berharap keberadaan Persiga U-17 mampu mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola di Trenggalek. Salah satunya melalui munculnya basis suporter yang fanatik dan positif.
“Saya juga berharap akan muncul ekosistem dengan lahirnya suporter-suporter fanatik. Dan ini akan menjadi pendukung utama kemajuan Klub Persiga ini,” imbuhnya.
Ketua Umum Persiga Trenggalek Ayub Nualah memastikan terdapat 28 pemain yang lolos seleksi dan resmi didaftarkan untuk mengikuti Piala Suratin 2026 Zona Jawa Timur.
Menurut Ayub, para pemain telah menjalani rangkaian latihan dan karantina sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Ia mengapresiasi kerja keras para pemain muda yang dinilainya telah menunjukkan kesungguhan selama menjalani proses persiapan.
“Kami bangga dengan anak-anak yang sudah giat berlatih selama karantina. Harapannya, hasil terbaik bisa ditorehkan pemain-pemain muda terbaik Bumi Menaksopal,” tuturnya.
Ayub juga menekankan pentingnya dukungan suporter ketika tim mulai bertanding. Kehadiran suporter di tribun, menurutnya, dapat menjadi tambahan energi bagi pemain saat menghadapi lawan.
“Dukungan suporter sangat dibutuhkan untuk mendukung dan membakar semangat pemain saat berlaga,” katanya.
Dukungan terhadap Persiga U-17 juga disampaikan Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi. Ia menilai pembinaan atlet muda harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Menurut Doding, kompetisi seperti Piala Suratin menjadi ruang penting bagi pemain usia muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan.
“Pembinaan atlet-atlet muda di segala jenjang umur dibutuhkan, seperti halnya Persiga U-17 ini,” ujar Doding.
Ia berharap dari proses pembinaan tersebut nantinya lahir talenta-talenta lokal yang mampu bersaing di level lebih tinggi dan membawa harum nama Kabupaten Trenggalek.
Dalam momentum launching tersebut, Persiga Trenggalek juga memperkenalkan jersey terbaru. Total terdapat empat kostum yang disiapkan untuk menghadapi kompetisi.
Untuk pertandingan kandang, pemain Persiga menggunakan jersey berwarna merah, sedangkan penjaga gawang mengenakan warna kuning.
Sementara untuk laga tandang, pemain akan menggunakan jersey hijau dan penjaga gawang mengenakan warna ungu.
Launching skuad dan jersey tersebut sekaligus menjadi penanda kesiapan Persiga U-17 untuk mengarungi Piala Suratin 2026 Zona Jawa Timur.
Kini, perhatian publik Trenggalek tertuju pada Stadion Menaksopal. Di tempat tersebut, 28 pemain muda Persiga akan memulai perjuangan mereka menghadapi persaingan Grup N dengan membawa ambisi mengukir prestasi sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola baru dari Bumi Menaksopal. (*)
*sumber: prokopimtrenggalek











