foto : bus rombongan jemaah umrah kecelakaan dan terbakar. dr. dian novita ((Foto: istimewa dan facebook RSI muhammadiyah sumberrejo))
TROL,Bojonegoro– Kabar duka datang dari Arab Saudi, dimana dr. Dian Novita, Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberrejo, Bojonegoro, dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan bus rombongan jemaah umrah.
Kecelakaan tersebut terjadi di Wadi Qudeid, atau jalur Madinah-Mecca, sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah.
Kecelakaan yang terjadi pada Kamis siang (20/3) waktu setempat ini melibatkan bus yang ditumpangi dr. Dian Novita, yang mengalami tabrakan dengan truk.
Akibat insiden tersebut, bus terbalik dan terbakar, mengakibatkan enam jemaah umrah meninggal dunia, dua di antaranya berasal dari kabupaten Bojonegoro.dr. Dian Novita, yang dilantik sebagai Wakil Direktur RSI Muhammadiyah Sumberrejo untuk periode 2020-2024
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam pelayanan kesehatan.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas kehilangan dr. Dian Novita.
“Kami sangat berduka atas kepergian dr. Dian. Ia adalah sosok yang sangat berkontribusi bagi masyarakat dan dunia kesehatan di Bojonegoro,” ungkap Umar tulis radar banyuwangi dari berita bojonegoro.
Seperti diketahui, bus yang mengangkut rombongan jemaah umrah asal Indonesia mengalami kecelakaan tragis di wilayah Wadi Qudeid, pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 13.30 waktu setempat (17 wib).
Kecelakaan ini terjadi di jalur dari Madinah menuju Mekkah, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa bus tersebut mengalami tabrakan yang menyebabkan bus terbalik dan terbakar.
Akibat dari insiden ini, 20 WNI yang menjadi penumpang bus tersebut menjadi korban, dengan 6 diantaranya dilaporkan meninggal dunia.
Setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jeddah segera berkoordinasi dengan otoritas setempat, termasuk rumah sakit yang merawat para korban.
Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan agen umrah yang memberangkatkan para jemaah untuk mendapatkan data lengkap mengenai para WNI dan keluarga mereka di Indonesia.
“Kemenlu juga telah memberitahukan peristiwa ini kepada pihak keluarga,” tambah Judha, dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya enam jemaah umrah Indonesia dan menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri akan terus membantu penanganan korban yang mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan umrah, dan pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan jemaah di masa mendatang. (*)











