Opini  

Haruskah Kita Mandi Setiap Hari?

Oleh: Nia Yunia

foto : ilustrasi mandi/artikelnews

 

TROL, Bandung – Pernah dengar mitos bahwa orang Eropa jarang mandi? Lalu muncul pertanyaan klasik, mengapa kita di Indonesia harus mandi setiap hari? bahkan dua kali sehari. Sementara orang Eropa, bisa tidak mandi beberapa beberapa hari.

Ada alasan ilmiah, geografis, hingga sosial yang melatari mengapa mandi di Indonesia jadi semacam kewajiban harian, yaitu cuaca tropis yang berakibat keringat ekstra di sekujur tubuh.

Dilansir dari portal “Quora”, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, beriklim tropis dengan suhu panas dan kelembaban tinggi hampir sepanjang tahun, membuat tubuh lebih banyak berkeringat.

Keringat yang menumpuk di permukaan kulit bukan cuma bikin tidak nyaman, tapi juga jadi ladang tumbuh bakteri. Kalau dibiarkan, bisa timbul bau badan hingga iritasi kulit. Maka dari itu, mandi setiap hari jadi cara paling efektif untuk membersihkan tubuh dari keringat, debu, polusi, dan bakteri.

Bandingkan dengan sebagian besar wilayah Eropa yang beriklim subtropis hingga dingin.

Cuaca sejuk dan minim sinar matahari membuat tubuh tidak berkeringat sebanyak kita. Tak heran jika di beberapa negara seperti Prancis, Jerman, atau Belanda, mandi setiap hari bukan keharusan bahkan bagi sebagian orang, mandi 2–3 kali seminggu sudah dianggap cukup.

Di Indonesia, kebersihan tubuh punya nilai sosial yang cukup tinggi. Bau badan atau penampilan lusuh sering kali diasosiasikan dengan kesan negatif: jorok, malas, atau tidak peduli. Sementara di banyak negara Eropa, standar sosial soal mandi bisa jauh lebih fleksibel. Di sana, orang lebih toleran terhadap bau tubuh alami atau keringat, asalkan tidak berlebihan.

Selain itu, akses terhadap air di Indonesia relatif lebih mudah dan murah dibandingkan negara-negara Eropa yang beberapa di antaranya menghadapi keterbatasan air bersih. Tak sedikit warga di sana yang harus membayar mahal untuk penggunaan air, sehingga mandi tiap hari dianggap pemborosan.

Kesehatan Kulit: Terlalu Sering Mandi Juga Tidak Selalu Baik

Menariknya, beberapa ahli dermatologi (ilmu yang mempelajari kulit, rambut dan kuku) di Barat menyarankan untuk tidak terlalu sering mandi, terutama dengan sabun antibakteri yang keras. Kulit bisa kehilangan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung alami.

Namun, catatan pentingnya adalah: saran ini ditujukan untuk orang yang tinggal di daerah beriklim dingin dan tidak banyak terpapar debu atau polusi. Di Indonesia, rutinitas dua kali mandi sehari umumnya tetap aman, apalagi jika dilakukan dengan sabun lembut dan air bersih. Yang terpenting, mandi bisa menjadi momen untuk merawat diri, menjaga kebersihan, sekaligus menyegarkan pikiran.

Lebih dari Sekadar Bersih

Mandi di Indonesia bukan sekadar rutinitas membersihkan tubuh, tapi juga jadi waktu refleksi pribadi. Beberapa orang bahkan merasa ide-ide terbaik datang saat mandi. Bahkan, dalam budaya spiritual, mandi punya makna simbolik sebagai pembersihan jiwa misalnya saat mandi kembang, mandi keramas hari Jumat, atau ritual siraman dalam pernikahan Jawa.

Jadi, apakah mandi tiap hari itu wajib? Untuk kita yang tinggal di negeri tropis penuh peluh dan debu, jawabannya: iya, sangat disarankan.

Bukan karena ikut-ikutan budaya atau takut bau badan semata, tapi karena tubuh dan lingkungan kita memang menuntutnya.

Jadi, jangan heran kalau orang Indonesia tak bisa jauh dari sabun dan air karena mandi bukan cuma kebiasaan, tapi juga gaya hidup sehat yang relevan dengan realitas lingkungan iklim, cuaca dan sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *