TROL, Tulungagung – Bupati Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan, Sabtu (14/2). Sidak dilakukan untuk memastikan percepatan perbaikan akses transportasi masyarakat.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol yang telah putus hampir 10 bulan dan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.
Dalam sidak tersebut, Bupati Gatut Sunu didampingi Kepala Dinas PUPR Tulungagung Erwin Novianto, S.T., M.T., Plt. Kepala Bidang Bina Marga Ahmat Rifai Sodik, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Bupati menegaskan pembangunan Jembatan Junjung menjadi prioritas pemerintah daerah pada 2026. Ia menilai jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
“Jembatan ini sudah hampir 10 bulan putus. Ini akses yang sangat vital bagi masyarakat. Tahun ini harus kita bangun. Namun masyarakat juga wajib mengawasi jalannya proses pembangunan agar kualitasnya benar-benar terjamin,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara konkret. Pembangunan jembatan ini, kata dia, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung melalui Plt. Kabid Bina Marga Ahmat Rifai Sodik, menjelaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Junjung saat ini masih dalam tahap proses pengadaan.
“Untuk sementara masih proses pengadaan. Rencana awal Maret sudah masuk tahapan tersebut. Setelah administrasi dan penetapan rekanan selesai, baru pekerjaan fisik bisa dimulai sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya, Sabtu (14/2).
Pembangunan Jembatan Junjung direncanakan menelan anggaran sekitar Rp7,5 miliar dengan spesifikasi bentang sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter. Proses pelaksanaan diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh bulan, mengingat konstruksi membutuhkan pengerjaan maksimal sesuai standar teknis.
“Perkiraan pelaksanaan sekitar tujuh bulan. Yang terpenting kualitasnya baik dan rekanan yang mengerjakan benar-benar profesional,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap, setelah proses pengadaan rampung dan pembangunan dimulai, jembatan dapat segera difungsikan kembali sehingga mobilisasi ekonomi dan akses transportasi masyarakat antarwilayah kembali lancar. Warga juga diimbau untuk turut mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan dan tepat waktu. (jk)
#prokopimtulungagung
#puprtulungagung











