Budaya  

Pemprov Jatim Serahkan Sertifikat WBTB, Jaranan Sentherewe Diakui Sebagai Warisan Budaya Indonesia

foto: bupati gatut sunu terima penghargaan dari gubernur jawa timur atas pengakuan jaranan sentherewe sebagai warisan budaya tak benda (wbtb) indonesia

TROL, Tulungagung – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menerima penghargaan atas pengakuan Jaranan Sentherewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa di Taman Krida Budaya, Minggu (22/2).

Pengakuan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap eksistensi dan nilai historis Jaranan Sentherewe yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Tulungagung sejak 1958.

“Hari ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kami menerima apresiasi atas pengakuan Jaranan Sentherewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tutur Bupati Gatut Sunu usai menerima penghargaan.

Menurutnya, Jaranan Sentherewe tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga merepresentasikan karakter masyarakat Tulungagung.

sertifikat jaranan sentherewe sebagai warisan budaya tak benda (wbtb)

“Jaranan Sentherewe yang lahir tahun 1958 bukan sekadar hiburan, tapi simbol semangat, keberanian, dan harmoni masyarakat Tulungagung,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap pelestarian budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Tulungagung, lanjutnya, berkomitmen memperkuat upaya pelestarian sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni agar kesenian tradisional tersebut tetap lestari.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian dan regenerasi pelaku seni. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini demi Tulungagung yang maju dan berbudaya,” katanya.

Turut hadir dalam penyerahan penghargaan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari, Kepala Disbudpar Tulungagung Muhammad Ardian Candra, serta sejumlah undangan lainnya.

Pengakuan sebagai WBTB Indonesia tersebut menegaskan posisi Jaranan Sentherewe bukan sekadar pertunjukan tradisional, melainkan identitas budaya yang menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan sosial masyarakat Tulungagung. (jk)

#prokopimtulungagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *