Angin Kencang Robohkan Tenda Kejurprov dan Rusak Rumah Warga di Ngantru

TROL, Tulungagung – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (3/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 18 rumah warga rusak serta puluhan tenda ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, menyatakan bencana hidrometeorologi itu melanda dua desa, yakni Desa Pojok dan Desa Kepuhrejo.

“Curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang saat kejadian, sebagaimana terlihat dalam rekaman warga,” kata Sudarmaji.

Data sementara BPBD mencatat, sebanyak 15 rumah di Desa Pojok mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap. Sementara itu, tiga rumah di Desa Kepuhrejo juga terdampak.

Menurut Sudarmaji, tingkat kerusakan dipengaruhi oleh jenis material atap. Rumah dengan atap genting tanah liat relatif lebih tahan, meski tetap mengalami kerusakan ringan. Sebaliknya, atap berbahan asbes dan galvalum mengalami kerusakan lebih berat.

“Sebagian besar kerusakan berat terjadi pada rumah dengan atap asbes dan galvalum,” ujarnya.

BPBD memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak.

“Tidak ada korban luka. Pendataan masih berlangsung sehingga jumlah kerusakan masih bisa bertambah,” kata dia.

Selain merusak permukiman, angin kencang juga merobohkan puluhan tenda yang digunakan dalam Kejurprov Woodball di Desa Pojok, sehingga mengganggu jalannya kegiatan olahraga tersebut.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama hujan deras yang disertai angin kencang. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *