Budaya  

Tradisi Turun-Temurun, Nyadran Dam Bagong Diawali Kirab Kerbau

TROL, Trenggalek – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara menerima Kirab Kerbau dalam rangka Upacara Adat Nyadran Dam Bagong di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (7/5). Tradisi tahunan itu menjadi pembuka rangkaian ritual adat yang terus dilestarikan masyarakat secara turun-temurun.

Kirab Kerbau atau Kirab Mahesa merupakan simbol rasa syukur masyarakat, khususnya para petani yang lahan pertaniannya dialiri Sungai Bagongan. Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati Syah menerima persinggahan kerbau sekaligus menyerahkan ubo rampe atau perlengkapan penyembelihan kepada petugas yang telah ditunjuk.

Selanjutnya, kerbau dikirab menuju Komplek Makam Setono Bagong untuk menjalani prosesi jamasan atau penyucian sebelum dilakukan ritual adat dan penyembelihan.

Usai melepas rombongan kirab, Wabup Syah berharap tradisi budaya tersebut terus terjaga sekaligus mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah upacara adat ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Harapannya tradisi ini tetap lestari sebagai budaya khas Kabupaten Trenggalek dan juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” ucap Wabup Syah.

Sementara itu, Lurah Ngantru, Bambang Wusprapto mengatakan rangkaian Upacara Adat Dam Bagong tahun ini masih mengikuti pakem tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan diawali Kirab Mahesa dari Pendopo Agung Kabupaten, kemudian dilaksanakan serah terima ubo rampe pragat Maheso atau perlengkapan penyembelihan kerbau. Setelah itu dilanjutkan kirab menuju Pendopo Makam Menak Sopal,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, prosesi jamasan dijadwalkan berlangsung pada malam hari usai Salat Isya’, dilanjutkan ritual adat dan penyembelihan kerbau.

Tak hanya ritual adat, peringatan Nyadran Dam Bagong juga dimeriahkan pertunjukan wayang kulit di kawasan makam. Sedangkan pada keesokan harinya akan digelar prosesi lanjutan berupa pelemparan kepala, kulit, dan kaki kerbau di kawasan Dam Bagong.

Menurut Bambang, daging kerbau hasil penyembelihan nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur warga sekitar Dam Bagong.

“Semoga tradisi ini terus dilestarikan tanpa menghilangkan rangkaian adat yang sudah menjadi warisan leluhur,” tandasnya. (*)

#prokopimtrenggalek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *