TROL, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melepas 11 peserta Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2026 di Pendopo Mudagraha, Kamis (27/7). Sebelas putra-putri terbaik daerah itu akan menjalankan penugasan selama empat bulan untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia bagian timur.
Para peserta merupakan alumni terbaik dari empat perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka lolos seleksi nasional yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Selama masa penugasan, para peserta akan ditempatkan di enam kawasan transmigrasi yang berada di Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Mereka akan melakukan riset, pemetaan potensi wilayah, pendampingan masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi pembangunan berbasis keilmuan sesuai disiplin masing-masing.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., mengatakan Program Patriot Transmigrasi merupakan inovasi pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pemanfaatan sumber daya manusia unggul. Berbeda dengan pola transmigrasi konvensional yang membutuhkan waktu panjang, program ini mengedepankan riset, inovasi, dan kolaborasi agar dampak pembangunan dapat dirasakan lebih cepat.
“Saya berharap adik-adik sekalian dapat memetakan potensi di sana. Analisis produk unggulan Madiun apa yang bisa dipasarkan ke lokasi penugasan, dan sebaliknya, potensi apa dari daerah penempatan yang bisa dibawa atau dikerjasamakan dengan Kabupaten Madiun. Di era digital ini, manfaatkan teknologi untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” kata Hari Wuryanto.
Menurut Hari, para peserta tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Madiun, tetapi juga diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antardaerah. Pemetaan potensi ekonomi dan peluang investasi yang dilakukan selama penugasan dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan antara Kabupaten Madiun dan daerah tujuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Patriot Transmigrasi. Seluruh kebutuhan operasional peserta telah dipersiapkan guna menunjang kelancaran tugas di lapangan.
“Pemkab Madiun berkomitmen memberikan fasilitasi terbaik agar peserta dapat fokus menjalankan pengabdian di lokasi penugasan. Seluruh perlengkapan dasar hingga kebutuhan khusus sudah kami siapkan sesuai karakteristik wilayah penempatan,” kata Arik.
Fasilitas yang diberikan meliputi akomodasi, matras, selimut, jas hujan, obat-obatan, hingga obat kina sebagai pencegahan malaria bagi peserta yang ditempatkan di wilayah Papua.
Program Patriot Transmigrasi merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi RI yang melibatkan lulusan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmiah, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Keikutsertaan 11 peserta asal Kabupaten Madiun diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan antardaerah. (*)
*sumber: prokopimkabmadiun











