TROL, Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengajak masyarakat menjadikan momentum Haul Akbar Al-Falah sebagai sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan ibadah, sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan sesepuh.
Hal itu disampaikan Ahmad Baharudin saat menghadiri Haul Akbar Al-Falah di Masjid Al-Falah, Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung, Senin (10/8).
Haul Akbar Al-Falah digelar untuk memperingati haul Mbah Umar bin Demang Djoyokarto ke-31, Mbah Ngalawiyah binti Mukayat ke-60, dan Mbah Sri Utami binti Nadir ke-7. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Ibadah, Menebarkan Keberkahan.”
Ratusan santri dan santriwati serta masyarakat Kelurahan Kedungsoko hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat juga turut hadir, di antaranya jajaran Forkopimcam Kecamatan Tulungagung, Lurah Kedungsoko, alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran KH Ahmad Reza Zahid atau Gus Reza dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang didapuk sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Kedungsoko yang telah menyelenggarakan Haul Akbar Al-Falah dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para ulama serta sesepuh.

“Dengan melaksanakan haul berarti kita mencintai beliau-beliau. Bukti kita mencintai beliau adalah dengan melaksanakan ajaran-ajarannya,” ucap Ahmad Baharudin.
Ia menekankan pentingnya pendidikan keagamaan bagi generasi muda agar nilai-nilai yang diajarkan para ulama dapat terus diwariskan. Salah satunya melalui pendidikan pondok pesantren dan madrasah diniyah.
“Agar kita bisa melaksanakan ajaran beliau dengan benar, mari kita masukkan anak-anak kita melalui pondok pesantren dan madrasah diniyah,” lanjutnya.
Selain mengajak masyarakat memperkuat pendidikan agama, H. Ahmad Baharudin juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pesan tersebut disampaikan seiring semakin mudahnya masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi melalui media sosial maupun aplikasi percakapan seperti WhatsApp.
“Kalau menerima kabar atau berita yang belum jelas kebenarannya, jangan langsung diterima, apalagi langsung di-share melalui grup WhatsApp. Kalau kita tidak berhati-hati, informasi tersebut justru bisa menyesatkan kita,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menerima maupun membagikan sebuah informasi. Sikap tersebut dinilai penting untuk mencegah hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merusak kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui Haul Akbar Al-Falah, ia berharap semangat mengenang dan meneladani para ulama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Nilai ukhuwah, ketekunan dalam beribadah, serta semangat menebarkan kebaikan diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tulungagung. (jk)











