Opini  

Jombang Butuh Sugiat

foto : sugiat pj bupati jombang pada pragram tilik desa/duta.co

TROL, Jombang – Pilkada Nopember 2024 harus menjadi titik awal kemajuan kabupaten Jombang.Bantak warga meng-gadang – gadang Sugiat yang kini menjabat pj bupati Jombang menjadi bakal calon sehingga pilkada akan lebih dinamis. “Saya asli orang Jombang, tiap hari kerja di Gresik. Jombang seakan tidak mampu menjadi sandaran hidup. Saya yakin, banyak yang mengeluh soal itu,” demikian Ahmad Danial Miqdad alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (27/6),dikutip dari duta.co

Pilkada 2024, jelasnya, harus menjadi entry point (pintu masuk) maju, bagi daerah yang dikenal gudang tokoh nasional ini. “Saya salut dengan kinerja Pj Bupati Sugiat. Dia siap menggedor pintu investor, siap genjot PAD (Pendapatan Asli Daerah), responsif terhadap aspirasi rakyat, seperti pembenahan infrastruktur desa,” lanjut dia.

Warga Jombang lanjut dia harus menjadikan Pilkada 2024 ini sebagai miqot (titik awal keberangkatan) agar daerah ini maju. “Tepat kebijakan Mendagri RI menugaskan beliau (Sugiat SSos, MPsiT) sebagai pj Bupati Jombang. Sebagai warga Jombang kita bersyukur, terima kasih Mendagri,” tambah karyawan perkayuan di kawasan Driyorejo, Gresik ini.

Masih menurut Amiq, panggilan akrabnya, sekarang mulai kasak-kusuk anggota BPD, Kades dan masyarakat Jombang soal Pak Giat. “Saya juga tidak kenal beliau. Tidak pernah ketemu. Hanya mendengar obrolan anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Kades, ditambah membaca media, WA. Intinya rata-rata mengatakan ‘Ini yang Kita Tunggu’. Dan ternyata pak Giat itu orang Japanan, Kalongan, Gudo. Jombang selatan,” tegas lelaki yang juga pengemar Vespa butut ini.

Dia pun bermaksud membesut Sahabat Sugiat (SS). “Ini lagi kontak-kontakan sesama warga Jombang. Ternyata banyak yang melatari persamaan untuk mempertahankan pak Giat di Jombang. Saya simpan 5 alasan mendasar, mengapa Jombang butuh sosok baru seperti Pak Giat? Nanti kita diskusikan. Ini harus sampai kepada grass root (akar rumput), istilahnya kita harus tandhang (kerja) bersama,” tambah Amiq yang tengah koordinasi dengan masyarakat Jombang lainnya.

Ketika ditanya soal kesiapan pj bupati Sugiat mengikuti tahapan Pilkada 2024, Amiq justru balik bertanya; Apakah dia (Sugiat) tega meninggalkan Jombang begitu juga. Apalagi kondisi seperti ini? “Saya kok yakin dia tidak ‘tinggal gelanggang colong playu’ alias begitu saja meninggalkan kota kelahirannya. Terbaru ‘siap maju’, tetapi, sebagai ASN ada regulasi yang harus diikuti. Itu harus,” pungkasnya serius. (*)

*duta.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *