Ratusan CPNS Ponorogo Tuntaskan Latsar, Siap Jadi Pelayan Publik

TROL, Ponorogo – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) setelah digembleng selama 74 hari.

Peserta yang terdiri dari CPNS Golongan III angkatan 3, 7, dan 18 serta Golongan II angkatan 5, 9, dan 20 itu kini selangkah lebih dekat untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

Penutupan Latsar digelar di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Selasa (28/4), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Dalam sambutannya, Lisdyarita mengapresiasi capaian para peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Ia menegaskan, kelulusan Latsar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Buktikan bahwa saudara-saudara telah memiliki kompetensi sebagai ASN melalui kinerja yang tinggi dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia juga meminta para CPNS segera beradaptasi di unit kerja masing-masing serta menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal. Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama Latsar harus diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Diharapkan Latsar ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja. Semangat disiplin harus terus dijaga agar menjadi ASN yang berkontribusi dalam pembangunan Ponorogo,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BKPSDM Jawa Timur, Gedhe Naesa Yoga, menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya bagi CPNS adalah pelantikan dan pengambilan sumpah.

Menurutnya, proses tersebut menjadi syarat akhir sebelum para CPNS memperoleh Surat Keputusan (SK) PNS serta hak gaji dan tunjangan secara penuh.

“Latsar ini merupakan tonggak awal. Setelah ini masih ada proses pengambilan sumpah hingga akhirnya mereka diangkat 100 persen sebagai ASN,” jelasnya.

Pelatihan yang diselenggarakan BKPSDM Ponorogo bekerja sama dengan BPSDM Jawa Timur ini dilaksanakan secara blended learning, meliputi pembelajaran mandiri, daring, hingga tatap muka. Materi yang diberikan mencakup kebijakan pengembangan SDM aparatur, bela negara, nilai dasar ASN, serta habituasi.

Dari total peserta, sebanyak 228 CPNS dinyatakan lulus. Sementara satu peserta tidak lulus karena mengundurkan diri akibat kecelakaan. (*)

 

#prokopim.ponorogo.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *