Dinas Pendidikan Tulungagung Buka Seleksi FLS3N SD 2026, Diikuti 125 Peserta dari 19 Kecamatan

foto: sekretaris dinas pendidikan tulungagung deni susanti usai membuka acara foto bersama peserta lomba menyanyi solo

TROL, Tulungagung – Seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi dibuka, Senin (18/5), di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti A.P.,M.M., itu diikuti sebanyak 125 peserta terbaik dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Seleksi FLS3N berlangsung Senin-Kamis (18-21 Mei 2026).

Ketua panitia pelaksana, Dwi Teguh Prasetya, S.STP., MM., mengatakan FLS3N menjadi wadah pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa di bidang seni dan sastra sekaligus ajang seleksi menuju tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang ekspresi dan kreativitas bagi peserta didik sekolah dasar agar potensi, bakat, dan minat mereka di bidang seni dan sastra dapat berkembang secara optimal,” ucap Dwi Teguh dalam laporannya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan FLS3N 2026 mengacu pada program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 serta petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

pembukaan fls3n, sekdin pendidikan tulungagung deni susanti didampingi ketua panitia dwi teguh prasetya menyematkan pin kepada peserta

Selain itu, kegiatan juga didasarkan pada hasil rapat koordinasi panitia pelaksana dan Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026.

“FLS3N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter peserta didik yang kreatif, percaya diri, disiplin, dan sportif,” kata Dwi Teguh yang juga menjabat Kabid Pembinaan SD ini.

Sebanyak 125 peserta yang mengikuti seleksi merupakan juara pertama FLS3N tingkat kecamatan dari wilayah UPASP masing-masing. Mereka akan berkompetisi dalam tujuh cabang lomba, yakni menyanyi solo 17 peserta, gambar bercerita 19 peserta, kriya 18 peserta, menulis cerita 16 peserta, pantomim 19 peserta, mendongeng 18 peserta dan tari 18 peserta.

Panitia menetapkan enam peserta terbaik di masing-masing cabang lomba, yaitu Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1, 2, dan 3. Peraih Juara 1 hingga 3 akan menerima piala dan piagam penghargaan, sedangkan Juara Harapan memperoleh piagam penghargaan.

“Juara 1 ditiap kategori lomba akan mewakili kabupaten Tulungagung untuk berlomba di tingkat provinsi Jawa Timur,” tutur Dwi Teguh.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, A.P., M.M., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pengembangan potensi nonakademik siswa.

“FLS3N merupakan wadah strategis untuk mengasah kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri siswa. Pendidikan harus mampu mengembangkan potensi emosional, sosial, spiritual, dan kreativitas peserta didik secara menyeluruh,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pelaksanaan lomba.

“Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak belajar menghargai proses, disiplin, kerja keras, dan sportifitas dalam berkompetisi,” kata Deni.

Dalam kesempatan tersebut, Deni turut meminta dewan juri melaksanakan penilaian secara profesional dan objektif.

“Saya berharap dewan juri bekerja dengan penuh integritas sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan asli peserta,” tegasnya.

Deni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari panitia, kepala sekolah, guru pembimbing, pengawas, hingga peserta lomba.

“Kami berharap ajang ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan motivasi berkarya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *