TROL,Sumenep – Sabtu pagi, 21 Juni 2025, Aula Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura dipenuhi nuansa khidmat dan haru. Kalimat “Aziz Bil Qur’an” – Mulia dengan Al-Qur’an – tak sekadar menjadi tema acara, tetapi menjelma menjadi ruh yang menggetarkan hati setiap hadirin.
Yayasan Birrul Walidain bersama Sekolah Dasar Tahfidz dan Tahsinul Qur’an (SDT2Q) Insan Permata menyelenggarakan Haflatut Takharruj Angkatan II, sebagai bentuk penghormatan dan pengukuhan atas perjuangan para siswa-siswi yang telah menghafal kalamullah dengan penuh kesungguhan dan mujahadah.
Terdengar lantunan ayat-ayat suci dari lisan-lisan kecil yang jernih dan penuh barakah. Dari puluhan siswa yang diwisuda karena telah mencapai hafalan minimal 10 Juz, satu di antaranya berhasil mengkhatamkan 30 Juz Al-Qur’an.
Bahkan, seorang siswa kelas 1 – dengan usianya yang masih sangat belia – membuat takjub seluruh ruangan karena telah menghafal 15 Juz, sebuah karunia dan amanah besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Acara ini juga dihadiri oleh Syekh Anas Jabir, seorang ulama dan hafidz internasional, yang turut menguatkan semangat para wisudawan dan memanjatkan doa khusus agar mereka menjadi bagian dari golongan hamba-hamba Allah yang dimuliakan melalui Al-Qur’an.
Dalam sambutan yang menyentuh, “Mohammad Mudhar” Ketua Yayasan Birrul Walidain menyampaikan tiga pesan utama:
• Wisuda Al-Qur’an bukan hanya seremoni, melainkan ikrar suci bahwa para siswa telah menjaga dan diikat oleh Kalamullah dalam hati dan kehidupannya.
• Pemberian “Tahniah Sahabat Al-Qur’an” sebagai bentuk penghargaan terhadap anak-anak yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga unggul secara ruhani.
• Tema “Aziz Bil Qur’an” menjadi pengingat bagi semua bahwa kemuliaan hidup sejati hanya akan diraih oleh mereka yang hidup bersama Al-Qur’an, menjadikannya panduan, cahaya, dan penolong.
Yang membedakan Haflah kali ini adalah penekanan pada proses, bukan hanya hasil.
Para peserta diuji secara langsung hafalannya oleh para hadirin dan wali murid, menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dihafal, tapi juga untuk dijaga dan dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Allah SWT.
Momentum ini sekaligus menegaskan misi besar SDT2Q Insan Permata: mencetak satu juta hafidz Al-Qur’an untuk Indonesia, sebagai generasi penerus yang akan menerangi negeri ini dengan nilai-nilai wahyu.
Dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi dan pendekatan spiritual yang kuat, SDT2Q tidak hanya mencetak siswa, tetapi mendidik para penjaga Al-Qur’an.
Kini, memasuki tahun ke-7 sejak didirikan pada 2018, SDT2Q terus meneguhkan langkah sebagai lembaga yang bukan hanya membina akal, tapi juga menyuburkan jiwa.
Karena di tengah zaman yang semakin bising oleh dunia, anak-anak ini memilih diam bersama Al-Qur’an – dan itu adalah pilihan termulia.
(Hartono)











