Ekbis  

Penularan PMK Menyebar 16 Kecamatan di Tulungagung

foto : ilustrasi

TROL, Tulungagung – Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengakui penularan wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) pada ternak sapi menyebar ke 16 dari 19 kecamatan yang ada di Tulungagung.

“Meskipun kami sudah melakukan penindakan berupa penutupan pasar hewan terpadu, tetapi kami juga tidak tahu apakah ada yang mencuri menggunakan jalur lain (jalur tikus),” kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Tutus Sumaryani di Tulungagung, Jumat(17/6).

“Upaya pencegahan juga sudah dilakukan dengan menutup sejumlah pasar hewan. Namun rupanya kebijakan itu tidak sepenuhnya bisa menghalangi aktivitas perdagangan ternak sapi di masyarakat,” katanya.

Ia mengungkap, banyak yang mencari celah jalur agar bisa membawa ternak dari luar kota untuk diperjualbelikan di dalam wilayah Tulungagung.

Saat ini, lanjut dia, tercatat ada 617 ekor sapi yang terkonfirmasi mengalami gejala sakit PMK.

Dari jumlah itu, 233 sudah dinyatakan sembuh, 376 kasus masih aktif, tiga ekor mati dan lima lainnya dipotong paksa.

“Prosentase sapi perah yang tertular sekitar 60-an persen dari total populasi sapi,” terangnya.

Populasi sapi di Tulungagung sebanyak 144 ribu ekor sapi potong dan 25 ribu sapi perah. Sebaran PMK di Tulungagung saat ini meluas, dari semula terdeteksi di empat kecamatan, kini menyebar di 16 kecamatan.
Sapi yang terkena PMK akan alami kurang nafsu makan sehingga
sapi kekurangan nutrisi dan kembung.(bambang hermanto)

 

* sumber: antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *