Budaya  

Pemkab Sumenep Beri Penghargaan kepada Seniman Lokal, Dorong Pelestarian Budaya Daerah

foto: pemkab sumenep beri penghargaan kepada seniman lokal, dorong pelestarian budaya daerah

TROL, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan penghargaan kepada sejumlah seniman lokal yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam upaya melestarikan dan memajukan seni budaya daerah.

Penyerahan apresiasi tersebut berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (25/11).

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini tidak sekadar ungkapan terima kasih, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan seni tradisional maupun kontemporer di Sumenep.

“Para seniman melalui karyanya adalah penjaga identitas daerah, dalam rangka menjaga dan merawat budaya warisan leluhur agar terus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya di sela-sela acara Apresiasi Seniman 2025.

Ia menambahkan, apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus berkarya, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pilar utama dalam menjaga kelestarian budaya lokal.

Menurut Wabup, seniman memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan mengembangkan seni budaya daerah.

“Kami berharap para seniman bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerah dan mengembangkannya supaya tidak terkikis perkembangan zaman,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Imam Hasyim menyampaikan bahwa Pemkab Sumenep berkomitmen membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku seni, salah satunya melalui penyelenggaraan kalender event budaya yang rutin digelar setiap tahun. Langkah ini bertujuan memberikan wadah kreatif sekaligus menampilkan karya seni kepada masyarakat luas.

Ia menegaskan, karya seni bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi representasi identitas daerah yang wajib dijaga oleh semua elemen masyarakat.

“Berbagai kegiatan budaya yang terjadwal secara rutin tidak hanya memberikan ruang panggung bagi pelaku seni, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi kreatif, menarik wisatawan, serta memperkuat identitas daerah,” pungkasnya.

 

(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *