TROL, Tulungagung – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Istihlal 1447 Hijriah dan Haul ke-22 Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki yang digelar di Hall Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Minggu pagi (5/4).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama sejumlah tokoh agama, santri, serta masyarakat umum. Acara diawali dengan pembacaan sholawat yang dipimpin Habib Muhammad bin Idrus Al Jufri, menciptakan suasana religius yang mendalam.
Selanjutnya, pembacaan manaqib Abuya disampaikan oleh Ustadz Burhan. Dalam penyampaiannya, jamaah diajak meneladani perjuangan dan keteladanan ulama dalam menegakkan nilai-nilai Islam.
Dalam sambutannya, Wabup Ahmad Baharudin menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap ilmu dan agama, sekaligus wujud dukungan pemerintah terhadap peran ulama di tengah masyarakat.
“Keberadaan saya di majelis mulia ini merupakan bentuk penghormatan terhadap ilmu dan agama. Sinergi antara pemerintah (umara) dan ulama menjadi kunci utama dalam mewujudkan Tulungagung yang maju,” tuturnya.
Ia menambahkan, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari aspek pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan berintegritas.
“Dengan meneladani perjuangan para ulama, kita diingatkan bahwa kemajuan peradaban harus berjalan seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Momentum Istihlal yang digelar di bulan Syawal ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pihak pesantren, serta wali santri. Tradisi saling bermaafan dalam semangat Idulfitri turut mewarnai suasana kegiatan.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pesantren Al Azhaar.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan keberkahan serta terjalinnya sinergi berkelanjutan antara ulama, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun generasi yang religius dan berakhlakul karimah. (jk)











