Dinkes Kabupaten Madiun Beri Penghargaan Puskesmas dan RSUD Berprestasi dalam Program TBC dan PTM

TROL, Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memberikan penghargaan dan reward kepada sejumlah puskesmas serta rumah sakit daerah berprestasi dalam kegiatan koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar di Mercure Hotel Madiun, Senin (11/5).

Kegiatan yang mengusung penguatan Program Tuberkulosis (TBC) dan Program Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut dihadiri Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH., M.Ak dan Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, M.H.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Madiun selama tahun 2025 hingga awal 2026.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ucap Bupati Madiun H. Hari Wuryanto.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular.

“Keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada kerja sama dan komitmen semua pihak. Saya berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Puskesmas Mejayan menjadi salah satu penerima penghargaan terbanyak. Puskesmas tersebut berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni sebagai puskesmas dengan capaian penemuan kasus TBC tertinggi tahun 2025 dan program imunisasi terbaik tahun 2025.

Selain itu, Puskesmas Sumbersari juga memborong dua penghargaan, masing-masing untuk kategori capaian jumlah temuan ODHIV baru dan inisiasi ARV tertinggi tahun 2025, serta capaian skrining indera terbanyak berdasarkan aplikasi ASIK tahun 2025.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Puskesmas Wonoasri sebagai puskesmas dengan capaian jumlah orang berisiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan sesuai standar tertinggi tahun 2025.

Sementara itu, Puskesmas Wungu menerima penghargaan atas capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Program TB tahun 2025. Puskesmas Gantrung memperoleh penghargaan kategori capaian skrining gigi terbanyak berdasarkan aplikasi ASIK tahun 2025.

Kemudian, Puskesmas Balerejo meraih penghargaan sebagai puskesmas dengan capaian skrining merokok terbanyak berdasarkan aplikasi ASIK tahun 2025. Puskesmas Dagangan mendapatkan penghargaan program surveilans terbaik tahun 2025.

Adapun Puskesmas Bangunsari menerima penghargaan sebagai puskesmas dengan pemeriksaan kesehatan haji terbanyak tahun 2026.

Tak hanya penghargaan tahunan, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun juga menyerahkan reward Program TBC periode 1 Januari hingga 8 Mei 2026.

Reward tersebut diberikan kepada Puskesmas Wonoasri dengan capaian SPM TBC terbanyak, Puskesmas Sumbersari dengan penemuan kasus TBC terbanyak, serta RSUD Caruban dengan capaian penemuan kasus TBC dan SPM terbanyak selama periode tersebut.

Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menegaskan, penguatan program kesehatan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar target pelayanan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal.

“Program TBC maupun penyakit tidak menular menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, inovasi dan kerja nyata dari seluruh fasilitas kesehatan sangat diperlukan,” katanya. (*)

#prokopimkabmadiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *