Melalui MPLS Ramah, SMAN 1 Kauman Cetak Siswa Berakhlak dan Berkarakter

foto : kepala sman 1 kauman, agus sugiarto penyematan topi pada pembukaan mpls

TROL, Tulungagung – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sekolah untuk memperkenalkan murid baru kepada seluruh komponen sekolah.

Hal ini juga dilaksanakan oleh SMAN 1 Kauman kabupaten Tulungagung, sebanyak 12 rombel siswa baru mengikuti MPLS yang dilaksanakan hari Senin tanggal 14 Juli 2025 hingga Rabu 16 Juli 2025. Pembukaan MPLS ditandai dengan penyematan topi SMAN 1 Kauman oleh kepala sekolah kepada murid baru peserta MPLS.

Kepala SMAN 1 Kauman Agus Sugiarto, S.Pd., mengatakan bahwa MPLS tahun pelajaran 2025/2026 mengusung tema Ramah sesuai dengan edaran dari kementerian pendidikan.

“Dengan tema Ramah diharapkan siswa merasa nyaman ketika masuk sekolah hari pertama dan seterusnya. Semua sama, dari kementerian, yakni Ramah,” terang Agus Sugiarto yang juga menjabat ketua MKKS kabupaten Tulungagung, Rabu (16/7).

Lanjut Agus, sesuai instruksi pemerintah provinsi Jawa Timur, untuk MPLS tingkat SMA di kabupaten Tulungagung siswa akan mendapatkan edukasi terkait judi online, pinjaman online dan narkoba.

 

“Sebagai tindakan preventif, melalui edukasi ini siswa baru diharapkan mengerti akan dampak dari kegiatan tersebut. Pemateri dari pihak-pihak terkait, TNI, Polri dan BNNK,” ujarnya.

Selain itu, para siswa baru SMAN 1 Kauman pada hari pertama MPLS juga diperkenalkan kepada Bapak/Ibu guru, pengurus OSIS, serta lingkungan sekolah.

“Pada kesempatan MPLS ini, siswa baru juga akan dikenalkan dengan cara belajar efektif dan tata tertib sekolah, kegiatan ekstrakulikuler, serta penanaman dan penumbuhan akhlak dan karakter,” ungkap Agus.

Agus berharap dengan kegiatan MPLS ramah ini, siswa baru akan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehingga mudah untuk belajar mengembangkan prestasi dan bakatnya.

“Semoga MPLS yang dilakukan di SMAN 1 Kauman memberikan motivasi penuh secara positif, agar anak-anak bukan hanya ikut-ikutan masuk ke sekolah favorit mereka tetapi menjadi ajang awal untuk menggapai cita-cita mereka,” pungkas Agus. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *