Bertaruh Nyawa,Gunakan Perahu Drum Warga Seberangi Jalan Krueng Lingga – Pante Panah Yang Terendam

foto: trol/yusrizal

TROL, Panton Labu — Akses penghubung antar wilayah kembali lumpuh. Jalan Krueng Lingka–Pante Panah yang menghubungkan gampong Krueng Lingka, kecamatan Langkahan, kabupaten Aceh Utara, dengan Pante Panah, kecamatan Pante Bidari, kabupaten Aceh Timur, hingga Jumat (19/12) masih terendam banjir. Warga terpaksa menyeberang menggunakan perahu darurat yang dirakit dari drum demi mempertahankan aktivitas sehari-hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air setinggi sekitar 90 sentimeter merendam badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter. Arus lalu lintas praktis terhenti. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena air mencapai pinggang orang dewasa.

Di tengah keterbatasan, warga setempat memilih bergotong royong. Secara swadaya, mereka menyediakan perahu rakitan berbahan drum plastik yang dilapisi papan kayu sebagai alas. Perahu tersebut menjadi satu-satunya sarana penyeberangan bagi masyarakat yang hendak beraktivitas, mulai dari bekerja hingga mengantar anak sekolah.

Sedikitnya tersedia dua jenis perahu darurat. Satu perahu digunakan khusus untuk mengangkut penumpang, sementara perahu lainnya dirancang lebih kokoh untuk membawa hingga dua unit sepeda motor dalam sekali penyeberangan. Proses menyeberang dilakukan secara perlahan demi menghindari risiko tergelincir atau terbalik.

Bagi warga, perahu drum bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol daya tahan menghadapi bencana yang belum juga surut. Meski hujan masih kerap turun dan genangan belum menunjukkan tanda-tanda menyusut, aktivitas harus tetap berjalan.

Kondisi ini menegaskan pentingnya perhatian serius dari pihak terkait terhadap jalur penghubung vital antar kabupaten tersebut. Selain menjadi akses utama perekonomian warga, jalan ini juga menjadi urat nadi mobilitas sosial yang kini terputus oleh banjir berkepanjangan.

Sementara itu, warga hanya bisa berharap air segera surut dan akses kembali normal—agar perjalanan tak lagi harus ditempuh dengan mempertaruhkan keselamatan di atas perahu drum. (yusrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *