TROL, Aceh Utara – Di bawah langit pagi yang teduh di ujung utara Aceh, semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 terasa berbeda di SMAN 1 Meurah Mulia. Tidak hanya lewat upacara dan pidato seremonial, sekolah itu merayakan Hardiknas dengan menghadirkan ruang bagi siswa untuk berbicara melalui karya, suara, gerak, dan lensa.
Sabtu, (2/5), halaman sekolah berubah menjadi panggung kreativitas dalam kegiatan “Pekan Kreativitas Siswa”. Para pelajar tampil membawa bakat terbaik mereka melalui lomba nyanyi solo, baca puisi, tari kreasi, dan fotografi.
Suasana perayaan dipenuhi tepuk tangan, haru, dan semangat kebersamaan. Bagi para siswa, kegiatan itu bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang untuk menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan rumus, tetapi juga tentang keberanian mengenali diri sendiri.

Maulianti, yang mewakili kepala sekolah, mengatakan pendidikan sejatinya adalah proses menumbuhkan manusia yang utuh, termasuk merawat rasa, budaya, dan kreativitas generasi muda.
“Pendidikan adalah persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Melalui pekan kreativitas ini, kita sedang memupuk benih tersebut agar tumbuh menjadi pohon yang rindang dan berbuah prestasi,” kata Maulianti dalam sambutannya.
Ia menyebut setiap anak memiliki warna dan potensi yang berbeda. Karena itu, sekolah ingin menghadirkan ruang agar para siswa dapat tumbuh dengan percaya diri dan berani mengekspresikan kemampuan mereka.
Peringatan Hardiknas di sekolah tersebut menjadi gambaran bahwa cahaya pendidikan tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari keberanian anak-anak muda untuk berkarya. Dari Aceh Utara, semangat itu terus menyala, membawa harapan bagi masa depan generasi penerus bangsa. (Rizal)











