foto: sejumlah alkes puskesmas mulai berfungsi/trol/rizal
TROL, Aceh Utara — Sejumlah alat kesehatan di beberapa Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara mulai kembali berfungsi setelah diperbaiki tim elektromedis pascabanjir. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi kerja intensif lima tenaga elektromedis yang melakukan identifikasi dan perbaikan alat medis terdampak banjir.
Penanggung jawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, dr. Maidar, MKes, mengatakan kehadiran tim elektromedis sangat membantu pemulihan layanan kesehatan, terutama dalam memastikan alat-alat yang masih layak dapat digunakan kembali. Beberapa timbangan balita dan ibu hamil di Posyandu yang sempat terendam banjir telah berhasil diperbaiki.
“Namun, ada juga alat dengan kerusakan berat yang tidak lagi bisa difungsikan dan harus diganti,” kata Maidar, Minggu, (11/1).
Ia mencontohkan, sejumlah alat laboratorium di Puskesmas Lhoksukon dilaporkan tidak berfungsi akibat banjir. Meski begitu, beberapa alat sterilisasi masih dapat digunakan setelah penggantian komponen tertentu sehingga pelayanan dasar tetap berjalan.
PIC Tim Relawan Kementerian Kesehatan, Hasban, menyebut kontribusi tim elektromedis berdampak signifikan dalam pendataan dan perbaikan alat kesehatan. “Beberapa alat berhasil diperbaiki dan kembali dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Tim elektromedis yang bertugas melakukan identifikasi di Puskesmas Dewantara, Matangkuli, Baktiya, dan Lhoksukon. Pemerintah daerah berharap proses identifikasi dan perbaikan dapat diselesaikan sebelum tim kembali ke daerah tugas masing-masing.
“Mudah-mudahan sebelum 18 Januari seluruh Puskesmas terdampak sudah teridentifikasi dan alat yang masih memungkinkan dapat diperbaiki agar pelayanan tidak terganggu,” kata Maidar.
Pemkab Aceh Utara menilai dukungan teknis tim elektromedis menjadi bagian penting dalam pemulihan layanan kesehatan pascabencana. (rizal)











